News
SPBU Aceh Barat Daya Kembali Pakai Scan Barcode, Dampaknya Bagaimana?
02 Februari 2026 16:19
SPBU di Aceh Barat Daya kembali menggunakan barcode untuk pengisian BBM subsidi, setelah sebelumnya dihentikan akibat bencana banjir dan tanah longsor. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Penggunaan barcode dimulai sejak Jumat (23/1/2026) lalu, setelah jaringan Telkom kembali stabil. Sebelumnya, pengisian BBM subsidi dilakukan secara manual karena gangguan jaringan.
Dampak dan Ketentuan Baru
- Pengisian BBM subsidi kembali diwajibkan menggunakan barcode untuk Pertalite dan Solar.
- Batas kuota untuk kendaraan roda enam atau lebih adalah 200 liter per hari, kendaraan roda empat plat hitam 60 liter, dan plat kuning 80 liter per hari.
- Pertalite dibatasi maksimal 120 liter per hari, dengan pengisian maksimal tiga kali dalam sehari.
- Sistem otomatis akan menolak pengisian lebih dari tiga kali dalam sehari, meskipun kuota masih tersedia.
Rekomendasi untuk Konsumen
- Pengisian penuh (full tank) direkomendasikan untuk menghindari kecurigaan sistem terhadap aktivitas pelansiran BBM.
- Pengisian berulang kali dalam sehari dapat menyebabkan sistem mendeteksi indikasi pelansir, meskipun secara aturan dibolehkan.
Kebijakan ini diterapkan di seluruh SPBU di Aceh Barat Daya dan merupakan kebijakan nasional yang berlaku di seluruh Indonesia.
