News
Stabilitas BBM Aceh Terjaga di Tengah Ancaman Krisis Energi Global
4 hari yang lalu
Lonjakan harga minyak dunia yang mencapai 112,19 dolar AS per barel memicu kekhawatiran akan krisis energi global. Namun, pemerintah Indonesia memastikan stok BBM dalam negeri dalam kondisi aman, termasuk di Aceh. Harga BBM di Aceh tetap terjangkau berkat kebijakan subsidi pemerintah, dengan Pertalite dijual seharga Rp10.000 per liter dan Biosolar seharga Rp6.800 per liter.
Cadangan BBM Nasional Terjaga
- Cadangan BBM nasional tercatat berada pada kisaran 27-28 hari, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh selama libur Lebaran 2026.
- Pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM subsidi meski harga minyak mentah dunia melonjak di atas 100 dolar AS per barel.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia masih bisa diredam oleh APBN berkat daya tahan fiskal pemerintah yang kuat.
Dampak dan Kebijakan Pemerintah
- Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan bahwa masyarakat Aceh tidak perlu khawatir akan ketersediaan BBM selama libur Lebaran.
- Pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM, namun mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU.
- Pasokan listrik juga dalam kondisi terkendali, dengan daya mampu sistem kelistrikan mencapai 52 gigawatt dan beban puncak berada di angka 35 persen.
Prediksi dan Risiko Ekonomi
- Institute for Development of Economics & Finance (Indef) memprediksi harga minyak dunia bisa menembus 200 dolar AS per barel jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan.
- Ekonom Senior Indef, Didin S. Damanhuri, memaparkan tiga skenario dampak harga minyak terhadap ketahanan fiskal Indonesia, dengan defisit APBN berpotensi melonjak di atas 6 persen pada skenario terburuk.
- Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, memperingatkan potensi risiko stagflasi jika harga minyak mentah berada di atas 100 dolar AS per barel, yang dapat mengoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,3 hingga 0,5 persen.
