News
Jembatan Hancur 10 Tahun, Anak Aceh Singkil Tak Bisa Sekolah
04 Februari 2026 16:07
Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil pada 31 Desember 2015 masih menyisakan kesengsaraan bagi warga Desa Lae Sipola. Jembatan yang hancur akibat banjir bandang tak kunjung diperbaiki, membuat warga terisolasi dan anak-anak tak bisa sekolah.
Jembatan tersebut merupakan akses utama warga Lae Sipola menuju Kota Subulussalam. Walaupun masuk dalam Kecamatan Singkohor, akses ke Subulussalam lebih dekat dan lebih mudah. Akibatnya, warga kesulitan ke luar masuk kampung, terutama ketika air sungai naik.
Dampak Terhadap Pendidikan dan Mobilitas
- Anak-anak tak bisa sekolah: Saat air sungai naik, anak-anak Lae Sipola tak bisa berangkat sekolah, terutama untuk tingkat SMP ke atas yang harus ke Subulussalam.
- Warga terisolasi: Warga sering terjebak tak bisa ke luar dan masuk kampung ketika air sungai besar.
- Kesulitan akses: Akses dari Lae Sipola menuju ibu kota Kecamatan Singkohor juga sulit dilintasi karena jalan hancur.
- Harapan warga: Warga berharap jembatan dapat segera dibangun untuk mengakhiri isolasi dan kesulitan akses.
