News
ASN Dinas Syariat Aceh Dituduh Lecehkan Mahasiswi, Neldi Isnayanto Bantah
05 Februari 2026 08:44
Neldi Isnayanto, pegawai Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, dituduh oleh seorang mahasiswi asal Nagan Raya melakukan pelecehan seksual saat dalam perjalanan dari Nagan Raya ke Banda Aceh. Neldi membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa itu adalah fitnah dan rekayasa politik yang berlebihan.
Neldi menyatakan bahwa ia hanya menawarkan minum kepada mahasiswi dan tepuk bahunya, dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak logis karena mahasiswi duduk di bangku nomor 6 sementara ia duduk di bangku nomor 10, dengan penumpang mobil penuh.
Kronologi Peristiwa
- Minggu (1/2/2026): Mahasiswi berinisial AN (20) mengaku mendapat dugaan pelecehan seksual saat jadi penumpang Toyota Hiace dari Nagan Raya ke Banda Aceh.
- Senin (2/2/2026): Paman korban, Said Mus, mengungkapkan kasus ini kepada Serambi.
- Rabu (4/2/2026): Neldi membantah tuduhan melalui WhatsApp kepada Serambi.
Tanggapan Neldi
- Neldi menyatakan bahwa tuduhan tersebut adalah rekayasa politik yang merugikan dirinya, keluarga, dan lembaga tempatnya bekerja.
- Ia mengaku sudah datang ke Polda Aceh untuk memberi klarifikasi kepada penyidik.
- Neldi menawarkan minum kepada mahasiswi karena berasal dari daerah yang sama dan memang ada ia tepuk bahunya.
Tanggapan Keluarga Korban
- Paman korban, Said Mus, mengaku keponakannya akan dibawa ke psikolog untuk memulihkan trauma.
- Keluarga korban meminta kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Permintaan Keluarga Korban
- Keluarga korban meminta Gubernur Aceh, Sekda Aceh, Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Kadis Syariat Islam Aceh, dan Inspektorat Aceh untuk memproses oknum ASN ini sesuai aturan ASN.
