Warga Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, mengalami kebingungan terkait rencana pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi penyintas banjir. Minimnya sosialisasi membuat warga tidak memahami perbedaan kedua skema tersebut dan khawatir kehilangan hak atas rumah permanen jika menerima huntara.
Keluhan ini disampaikan kepada anggota DPR RI, Ruslan Daud, saat kegiatan buka puasa bersama sekaligus reses dan penyerapan aspirasi di desa setempat. Warga meminta kepastian pembangunan hunian tetap agar memiliki tempat tinggal yang permanen.
Kebingungan Warga
- Warga tidak memahami perbedaan huntara dan huntap.
- Khawatir menerima huntara akan menggugurkan hak atas huntap.
- Minimnya sosialisasi dari pemerintah setempat.
Kondisi Warga
- Mutia, perwakilan warga, menceritakan kondisi ayahnya yang berusia 70 tahun.
- Ayahnya harus berpindah-pindah tempat sejak rumah terdampak banjir.
- Setiap hari, ayahnya bolak-balik ke desa untuk mencari informasi terkait kepastian pembangunan rumah.
Permintaan Warga
- Warga meminta kepastian jadwal pembangunan huntap.
- Warga setuju diusulkan pembangunan huntara, namun di tengah ketidaktahuan.
- Warga meminta pemahaman yang jelas mengenai perbedaan huntara dan huntap.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.