Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Penderita Diabetes di Aceh: 5 Cara Cegah Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Nasi

31 Januari 2026 14:28

Penderita kadar gula darah tinggi di Aceh kerap bertanya apakah masih boleh mengonsumsi nasi dalam menu harian mereka. Jawabannya, nasi tetap boleh dikonsumsi, namun dengan sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan.

Pemilihan jenis beras menjadi faktor utama. Tidak semua nasi memberikan dampak yang sama terhadap kadar gula darah. Beras dengan indeks glikemik lebih rendah dinilai lebih aman karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi.

5 Cara Cegah Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Nasi

  1. Pilih nasi dari beras rendah indeks glikemik: Nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi, namun banyak alternatif pengganti seperti beras merah, beras cokelat, atau beras dengan butir panjang.

  2. Tingkat kematangan: Memasak nasi hingga tekstur al dente, yakni ketika nasi agak keras dan tidak terlalu lunak, dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah.

  3. Konsumsi nasi saat dingin: Mendinginkan nasi yang telah dimasak semalaman dapat meningkatkan pati resisten, sehingga menurunkan indeks glikemiknya.

  4. Merendam beras: Merendam beras beberapa jam sebelum dimasak dapat mempengaruhi tekstur nasi saat masak dan mengurangi kandungan pati.

  5. Porsi seimbang: Saat menyajikan nasi, separuh piring dapat diisi dengan sayuran non-pati, disertai sumber protein seperti ayam, ikan, atau tahu. Nasi juga dapat dicampur dengan kacang-kacangan seperti lentil, buncis, atau kacang garbanzo untuk memperlambat penyerapan karbohidrat dan menjaga kestabilan gula darah.

Respons gula darah setiap orang bisa berbeda setelah makan nasi. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai apakah aman atau tidak mengonsumsi nasi, serta seberapa banyak yang diizinkan.

Penderita Diabetes di Aceh: 5 Cara Cegah Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Nasi
0123456789