News
Usaha Online di Aceh Masuk Radar Sensus Ekonomi 2026, BPS Siap Datang
13 Februari 2026 11:12
BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik Aceh (BPS) akan menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) untuk memotret peta kekuatan ekonomi terbaru di Aceh. Berbeda dari sensus sebelumnya, kali ini BPS memberi perhatian khusus pada aktivitas ekonomi digital seperti toko online dan konten kreator.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan SE2026 menjadi instrumen vital untuk melihat kondisi riil ekonomi, mulai tingkat nasional hingga daerah terkecil. Sensus ini akan mencakup seluruh jenis usaha, termasuk usaha berbasis digital yang selama ini kerap tak kasat mata.
Tahapan Sensus
Sensus akan dilakukan dalam dua tahap:
- Tahap Pertama (1–31 Mei 2026): Perusahaan dan usaha skala besar diminta mengisi kuesioner secara mandiri melalui sistem daring.
- Tahap Kedua (1 Juni–31 Juli 2026): Petugas lapangan akan turun langsung secara door-to-door untuk mendata pelaku usaha yang belum terjangkau pada tahap pertama atau yang tidak memiliki akses administrasi digital.
Fokus Utama
Agus menekankan, pergeseran pola konsumsi masyarakat dari toko fisik ke platform digital menjadi tantangan sekaligus fokus utama sensus kali ini. Banyak unit usaha kini tidak memiliki bangunan fisik, namun mencatat perputaran ekonomi yang signifikan.
Manfaat Sensus
Data yang dihimpun akan menjadi dasar perencanaan kebijakan fiskal dan investasi untuk 10 tahun ke depan. Sensus ini juga akan memetakan struktur ekonomi secara menyeluruh, mulai dari sektor pertanian, industri, hingga jasa.
Pelaksanaan
Untuk mendukung pelaksanaan, BPS Aceh akan mengerahkan ratusan mitra statistik terlatih hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Kejujuran masyarakat sangat menentukan kualitas kebijakan pembangunan yang akan diambil pemerintah nantinya.
