News
Tambak Tamiang Rusak Parah, 1.974 Keluarga Terancam Miskin Akibat Banjir
2 jam yang lalu
Banjir yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 meninggalkan kerusakan parah pada sektor budidaya perikanan. Luas tambak yang rusak mencapai 3.435,5 hektare, dengan kerusakan terparah terjadi di kecamatan Manyak Payed dan Banda Mulia. Kondisi ini mengancam mata pencaharian 1.974 keluarga yang bergantung pada budidaya udang, bandeng, nila salin, gurami, dan lele.
Pemerintah daerah memperkirakan dibutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk rehabilitasi tambak, perbaikan pintu air dan saluran, serta pengadaan benih ikan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini berpotensi meningkatkan angka kemiskinan di Aceh Tamiang.
Dampak Banjir terhadap Tambak
- 3.435,5 hektare tambak rusak, dengan kerusakan terparah di Manyak Payed (1.370 hektare) dan Banda Mulia (1.336,3 hektare).
- 1.974 keluarga bergantung pada sektor budidaya perikanan yang terdampak.
- Komoditas utama yang dibudidayakan: udang, bandeng, nila salin, gurami, dan lele.
Upaya Pemulihan
- Pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan Rp 500 miliar untuk rehabilitasi tambak.
- Dana akan digunakan untuk perbaikan pintu air, saluran, dan pengadaan benih ikan.
- Percepatan bantuan dinilai sangat penting untuk mencegah meningkatnya angka kemiskinan.
