News
Ibu Sakdiah Terima DTH Rp1,6 Juta di Tengah Suami Dipenjara dan Rumah Hanyut
22 Januari 2026 20:01
Banjir bandang di Aceh Tenggara meninggalkan duka mendalam bagi Ibu Sakdiah. Ia kehilangan rumah dan harta benda, sementara suaminya menjalani hukuman di penjara. Bersama ketiga anaknya, Sakdiah tinggal di balai desa Leuser, Kecamatan Katambe, sebagai pengungsi selama dua bulan.
Ibu Sakdiah tak kuasa menahan tangis saat menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1.600.000 dari pemerintah. Dana ini ditujukan untuk biaya sewa rumah selama tiga bulan. Namun, kesedihannya bertambah karena ia masih kebingungan mencari rumah sewa dan memikirkan biaya kepulangan anaknya yang bersekolah di pesantren Banda Aceh.
Kondisi Ibu Sakdiah
- Dana Tunggu Hunian (DTH): Rp1.600.000 untuk sewa rumah selama tiga bulan.
- Status Pengungsi: Tinggal di balai desa Leuser, Kecamatan Katambe, selama dua bulan.
- Kesulitan: Mencari rumah sewa dan biaya kepulangan anak dari pesantren Banda Aceh.
- Harapan: Pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap.
Dampak Banjir Bandang
- Kehilangan Rumah: Rumah dan harta benda hanyut disapu banjir bandang.
- Kondisi Suami: Suami menjalani hukuman di penjara selama 4 tahun.
- Kondisi Anak: Anak bersekolah di pesantren Banda Aceh dan ingin pulang untuk berkumpul menyambut Ramadhan.
Tantangan Sosial
- Kebingungan Mencari Rumah Sewa: Ibu Sakdiah masih kebingungan mencari rumah sewa dengan dana yang terbatas.
- Biaya Kepulangan Anak: Memikirkan biaya kepulangan anak dari pesantren Banda Aceh.
- Harapan Pemerintah: Mempercepat proses pembangunan hunian tetap untuk mengakhiri status sebagai pengungsi.
Kisah Ibu Sakdiah menyoroti dampak bencana dan tantangan sosial yang dihadapi oleh warga Aceh Tenggara. Dana Tunggu Hunian (DTH) menjadi penyambung asa bagi Sakdiah dan keluarga, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk kembali hidup normal.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan Pasca Bencana: Perlunya pembangunan hunian tetap untuk mengakhiri status pengungsi.
- Dukungan Sosial: Pemerintah dan masyarakat perlu memberikan dukungan sosial dan ekonomi kepada korban bencana.
- Pendidikan Anak: Memastikan anak-anak korban bencana dapat terus bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak.
