Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Petani Nilam Aceh Besar Hadapi Fluktuasi Harga dan Tantangan Digital

1 hari yang lalu

Petani nilam di Desa Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, menghadapi tantangan fluktuasi harga komoditas dan kendala digitalisasi. Kelompok tani Seulawah Agam, yang beranggotakan sekitar 20 petani, berupaya bertahan dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT U Green Aromatic International dan dosen dari Universitas Syiah Kuala (USK).

Harga minyak nilam saat ini berada di kisaran Rp 680 ribu hingga Rp 700 ribu per kilogram, turun signifikan dibandingkan akhir 2024 yang sempat menyentuh Rp 1,35 juta per kilogram. Meski demikian, petani masih mendapatkan keuntungan dengan HPP sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 550 ribu per kilogram.

Tantangan Petani Nilam

  • Fluktuasi Harga: Harga minyak nilam turun drastis dari Rp 1 juta per kilogram pada tahun 1998 menjadi Rp 85 ribu per kilogram sebelum akhirnya naik kembali.
  • Tantangan Lahan: Kondisi tanah yang terlalu subur menyebabkan rumput liar tumbuh cepat, memerlukan pembersihan hingga 2-4 kali dalam satu musim tanam.
  • Digitalisasi: Platform digital Mynila diperkenalkan untuk mendigitalisasi rantai pasok, namun literasi digital petani dan jaringan internet yang terbatas menjadi kendala.

Dukungan dan Harapan

  • Dukungan Mitra: Petani mendapat dukungan dari PT U Green, Bank Indonesia, dan dosen USK dalam hal pembiayaan, pembibitan, dan pembuatan kompos.
  • Platform Digital: Aplikasi Mynila terintegrasi dalam sistem Integrated Reporting Platform (IRP) untuk mencatat data keanggotaan petani, lahan, produksi, dan transaksi.
  • Harapan: Dengan aplikasi ini, petani diharapkan dapat mendapatkan akses permodalan lebih mudah ke lembaga perbankan, meskipun saat ini hanya diperuntukkan bagi petani terafiliasi dengan PT U Green.
Petani Nilam Aceh Besar Hadapi Fluktuasi Harga dan Tantangan Digital
0123456789