News
MaTA Khawatir Target PAD Aceh 2026 Terlalu Optimistis, Risiko Defisit
05 Februari 2026 20:30
Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mengungkapkan kekhawatiran terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh tahun 2026 sebesar Rp 4,64 triliun. Menurut MaTA, angka ini terlalu optimistis dan berisiko menimbulkan defisit anggaran atau tunggakan belanja di kemudian hari.
Koordinator MaTA, Alfian, menjelaskan bahwa pertumbuhan target pendapatan Aceh dalam tiga tahun terakhir hanya mencapai 4,29 persen per tahun. Namun, target PAD 2026 melonjak signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Risiko Defisit Anggaran
- Lonjakan target PAD 2026: Rp 4,64 triliun, naik dari Rp 2,85 triliun pada 2023.
- Realisasi PAD 2025: Hanya mencapai 84,25 persen target hingga November.
- Potensi defisit: Target PAD yang terlalu tinggi berisiko menimbulkan defisit anggaran atau tunggakan belanja.
- Tekanan pada sektor usaha: Tekanan terhadap sektor usaha dan masyarakat juga bisa meningkat.
Pentingnya Perhitungan Rasional
MaTA menekankan pentingnya perhitungan PAD 2026 yang rasional, transparan, dan realistis. Hal ini penting untuk mendukung kemandirian fiskal Aceh tanpa membebani masyarakat.
Pengelolaan Pendapatan Transfer
MaTA juga menyoroti pengelolaan pendapatan transfer dalam Rancangan APBA 2026. Pendapatan Transfer dianggarkan sebesar Rp 7,03 triliun atau 60,19 persen dari total pendapatan daerah. Ada potensi selisih antara penganggaran Dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBA Aceh dengan alokasi resmi pemerintah pusat.
Sinkronisasi Data
Sinkronisasi data dan transparansi publik sangat penting agar perencanaan dan penggunaan dana transfer tepat sasaran, meminimalkan risiko penyalahgunaan, serta memudahkan pengawasan oleh masyarakat.
