Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Tumpukan Kayu Baru Di Aceh Utara Diduga Perparah Banjir, Bupati Laporkan ke Kementerian Kehutanan

17 Februari 2026 13:31

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, melaporkan temuan tumpukan kayu dalam jumlah besar yang diduga memperparah banjir di wilayahnya kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Tumpukan kayu tersebut ditemukan di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Paya Bakong setelah banjir besar melanda kawasan itu.

Ayahwa, sapaan akrab Bupati Aceh Utara, menyebutkan bahwa temuan kayu baru tersebut telah disampaikan langsung kepada Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni. Kayu-kayu tersebut ditemukan warga terseret arus banjir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, serta di kawasan pinggiran daerah aliran sungai Krueng Keureuto, Kecamatan Paya Bakong. Khusus di Krueng Keureuto, luas tumpukan kayu diperkirakan mencapai sekitar 13 hektare.

Dampak dan Tindakan Pemerintah Daerah

  • Potensi Penyumbatan Aliran Sungai: Keberadaan kayu-kayu tersebut berpotensi menyumbat aliran sungai dan memperparah dampak banjir.
  • Pembersihan Menggunakan Alat Berat: Pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pembersihan menggunakan alat berat, saat ini difokuskan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan.
  • Kebakaran Tumpukan Kayu: Sempat terjadi kebakaran pada tumpukan kayu tersebut, namun api telah berhasil dipadamkan dan situasi kini terkendali.
  • Koordinasi dengan Kementerian Kehutanan: Bupati Aceh Utara telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memastikan pembersihan kayu-kayu tersebut dan mencegah dampak lanjutan.

Langkah Selanjutnya

Setelah rampung, pembersihan akan dilanjutkan ke Desa Buket Linteung yang sebelumnya terlambat teridentifikasi oleh warga. Bupati Ayahwa menegaskan pentingnya langkah cepat agar tidak menimbulkan bencana susulan dan memastikan tidak ada dampak lanjutan dari keberadaan tumpukan kayu tersebut.

Tumpukan Kayu Baru Di Aceh Utara Diduga Perparah Banjir, Bupati Laporkan ke Kementerian Kehutanan
0123456789