News
Starlink Hubungkan Gampong Burlah Aceh Tengah Setelah 55 Hari Terisolasi
21 Januari 2026 10:18
Setelah lebih dari 55 hari terisolasi akibat bencana banjir, akses komunikasi akhirnya kembali hadir di wilayah Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Satu unit perangkat internet satelit Starlink kini resmi terpasang di Gampong Burlah berkat ikhtiar kemanusiaan yang dilakukan oleh yayasan Blood For Life Foundation (BFLF).
Kehadiran akses internet ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh warga. Masyarakat mengaku sangat terbantu karena kini dapat kembali menghubungi keluarga dan memperoleh informasi penting setelah lebih dari satu bulan tanpa jaringan.
Dampak dan Manfaat
- 103 kepala keluarga di Gampong Burlah kini dapat berkomunikasi dengan dunia luar.
- Akses internet membantu warga mendapatkan informasi penting dan menghubungi keluarga.
- Starlink merupakan amanah dari para donatur dan diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan Aceh pascabencana.
Tantangan dan Harapan
- Akses jalan menuju lokasi masih terputus, sehingga para relawan harus menempuh jalur darat hingga jalur sling demi memastikan perangkat dapat sampai dan terpasang di gampong tersebut.
- BFLF menyatakan bahwa donasi darurat masih dibuka untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
- Bantuan yang dibutuhkan meliputi kebutuhan pangan, selimut, obat-obatan, perlengkapan bayi, uang tunai, serta bantuan mendesak lainnya.
Lokasi Pengumpulan Bantuan
- Titik pengumpulan bantuan berlokasi di Jalan Kepiting Desa Lamprit, Kota Banda Aceh.
- Donasi juga dapat disalurkan melalui rekening BSI nomor 812-608-5290 dan Bank Aceh nomor 614-0224-7809008 atas nama Blood For Life Foundation.
BFLF mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong membantu saudara-saudara terdampak bencana, agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Keberlanjutan Program
- Selain di wilayah tengah, Starlink milik BFLF juga terpasang di Aceh Tamiang, dan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat di Aceh Utara.
- Michael Octaviano, ketua BFLF, menyatakan bahwa Starlink tersebut diantar langsung oleh relawan di lapangan sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjangkau wilayah terdampak bencana yang masih terisolasi.
