News
Anak-Anak Korban Banjir Aceh Masih Trauma, Huntara Jadi Kebutuhan Mendesak
28 Januari 2026 09:18
Ramadhan bagi masyarakat Aceh bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum kebersamaan yang sarat makna kultural. Tradisi sholat tarawih berjama'ah, buka puasa bersama, hingga suasana religius yang hangat telah tertanam sejak masa kanak-kanak. Namun bagi para penyintas banjir, khususnya anak-anak, suasana itu kini berubah menjadi kecemasan dan ketidakpastian.
Psikolog Klinis di Unit Psikologi, Poli Gabungan 2, RSUDZA, Yulia Direzkia, S.Psi., M.Si, menjelaskan, kehilangan rasa aman akibat bencana berdampak serius terhadap kondisi psikologis penyintas. Bahkan saat ini, gejala trauma mulai terlihat jelas, terutama pada anak-anak.
Dampak Psikologis Banjir
- Anak-anak mulai ketakutan dan cemas saat hujan, takut banjir datang lagi
- Ketidakpastian dan ketakutan berkepanjangan karena banjir bisa datang kembali sewaktu-waktu
- Keberadaan hunian sementara (Huntara) sangat berpengaruh dalam memulihkan kondisi psikologis penyintas
Pentingnya Huntara
- Huntara memberikan perlindungan yang lebih kokoh dibandingkan tenda
- Huntara membantu penyintas kembali belajar merasakan rasa aman
- Rasa aman adalah kebutuhan dasar manusia, sejak dalam kandungan pun manusia belajar merasa aman
Pemulihan Psikologis dan Ekonomi
- Pemerintah didorong untuk fokus pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi
- Pendampingan psikososial dan pemulihan ekonomi masyarakat menjadi prioritas
- Para kepala keluarga mulai memikirkan masa depan—bagaimana memulai usaha kembali, dari mana modalnya
Penanganan Trauma
- Trauma tersimpan di sistem saraf dan tidak hilang dengan sendirinya
- Perlu psikoterapi dan waktu yang panjang
- Hanya dua metode psikoterapi yang terbukti efektif: EMDR dan CBT for Trauma
Pelatihan Trauma Recovery
- Jumlah psikolog klinis di Aceh masih sangat terbatas, sekitar 60 orang
- Mayoritas psikolog berada di Banda Aceh
- Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Yulia Direzkia akan menggelar pelatihan trauma recovery secara daring bagi relawan dan petugas kesehatan
- Harapannya, di setiap wilayah ada tenaga yang mampu membantu penyintas pulih secara psikologis
