News
3 Penyakit Tertinggi di RSUD Meuraxa Banda Aceh Sepanjang 2025
25 Januari 2026 22:14
RSUD Meuraxa Banda Aceh mencatat tiga penyakit dengan kasus rawat inap tertinggi sepanjang 2025. Penyakit tersebut adalah unstable angina pectoris (nyeri dada) sebanyak 518 kasus, pneumonia (radang paru-paru) sebanyak 465 kasus, serta stroke dan radikulopati (saraf terjepit) sebanyak 419 kasus. Sementara untuk layanan rawat jalan, penyakit dengan kunjungan terbanyak adalah hipertensi esensial dengan 1.910 kasus, disusul diabetes (DM) mellitus tipe 2 tanpa komplikasi sebanyak 1.626 kasus, serta low back pain atau nyeri punggung sebanyak 1.526 kasus.
Plt Direktur RSUD Meuraxa, dr Taufik Wahyudi Mahady Sp OG MHPM, mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan kontrol penyakit kronik. RSUD Meuraxa terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk pengembangan layanan bedah jantung, penguatan tim code stroke, dan pembentukan stroke unit.
Penyakit Tertinggi di RSUD Meuraxa
- Unstable angina pectoris: 518 kasus
- Pneumonia: 465 kasus
- Stroke dan radikulopati: 419 kasus
Penyakit dengan Kunjungan Rawat Jalan Tertinggi
- Hipertensi esensial: 1.910 kasus
- Diabetes (DM) mellitus tipe 2 tanpa komplikasi: 1.626 kasus
- Low back pain atau nyeri punggung: 1.526 kasus
Inovasi RSUD Meuraxa
- Pengembangan layanan bedah jantung
- Penguatan tim code stroke
- Pembentukan stroke unit
- Digitalisasi sistem monitoring mutu layanan
RSUD Meuraxa juga merencanakan penambahan bed ICU dan ICCU, serta ruang rawat inap standar Kris Alhuda lantai 2. IGD akan dikembangkan menjadi IGD Terpadu dengan ruang operasi cyto, radiologi cyto, laboratorium cyto, serta penambahan ruang isolasi dan bed resusitasi.
Masyarakat diimbau untuk menjaga pola hidup sehat dan kontrol penyakit kronik untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut. RSUD Meuraxa terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh.
Dengan adanya inovasi dan pengembangan layanan, diharapkan RSUD Meuraxa dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan efisien bagi masyarakat Aceh. Masyarakat juga diharapkan untuk lebih aware terhadap kesehatan mereka dan melakukan pencegahan dini terhadap penyakit-penyakit yang umum terjadi.
