News
Tiga Penyebab Kerusakan Atap Masjid Agung Abdya Terungkap, Pemkab Alokasikan Rp 3,5 Miliar untuk Perbaikan
21 Februari 2026 21:39
Masjid Agung Baitul Ghafur di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya, mengalami kerusakan parah pada atapnya. Bongkahan beton terjatuh dari atap hingga merusak plafon dan membahayakan jamaah yang sedang melaksanakan ibadah. Hasil investigasi tenaga ahli struktur dari Universitas Syiah Kuala (USK) mengungkap tiga penyebab utama kerusakan tersebut.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Barat Daya, Muhammad Rasyid, menjelaskan bahwa penyebab utama kerusakan adalah kebocoran pada atap plat dack masjid, keretakan pada struktur balok dan lantai plat dack, serta kurangnya mutu beton saat pengerjaan. Selain itu, ditemukan retak lentur pada hampir semua balok yang dibongkar plafonnya dan retak melingkar pada balok, yang kemungkinan disebabkan oleh kurangnya kekuatan besi dan mutu besi.
Penyebab Kerusakan Atap Masjid Agung Abdya
- Kebocoran pada atap plat dack: Disebabkan oleh keretakan pada struktur balok dan lantai plat dack, serta kurangnya mutu beton saat pengerjaan.
- Bongkahan beton runtuh: Disebabkan oleh sisa pengecoran dan air semen pada bekisting yang tidak dibersihkan, serta penambahan selimut beton yang tidak cukup.
- Plafon rusak: Akibat kebocoran pada atap plat dack yang bermula dari keretakan beton dan kurangnya mutu beton, sehingga merusak plafon dan jaringan listrik.
Langkah Perbaikan dan Anggaran
Pemkab Abdya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar dari DOKA 2026 untuk perbaikan komprehensif atap Masjid Agung Baitul Ghafur. Perbaikan akan meliputi peningkatan kemiringan atap, pelapisan atap dack dengan membran waterproof anti UV, injeksi epoxsi dan zat aditif, grouting beton, serta screed plat dack, talang vertikal dan drain horizontal yang maksimal.
Bupati Abdya, Safaruddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menangani masalah ini dengan serius. Ia meminta kesabaran para jamaah dan menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan berkala terhadap fasilitas umum, terutama rumah ibadah yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat.
