Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

140 Warga Bireuen Keracunan MBG, Puskesmas Berkoordinasi Tangani Darurat

21 jam yang lalu

Sebanyak 140 warga dari Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan berbahan dasar MBG pada Kamis dan Jumat (26–27 Februari 2026). Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah puskesmas maupun rumah sakit di wilayah Bireuen.

Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, SKM, menerima informasi awal mengenai kasus keracunan ini melalui telepon dari warga pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, warga meminta dirinya datang ke Polindes Peuneulet Baroh karena ada pasien yang mengalami gejala keracunan.

Penanganan Darurat

  • 30 orang dengan gejala muntah dan diare tiba di Puskesmas Simpang Mamplam.
  • Tenaga medis dan paramedis segera memberikan obat dan pemasangan infus.
  • Jumlah pasien terus bertambah, sehingga membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lain.
  • Satu unit ambulans di Puskesmas Simpang Mamplam tidak cukup, sehingga Suryani berkoordinasi dengan kepala puskesmas lain untuk mengerahkan ambulans dari berbagai wilayah.

Dukungan dan Koordinasi

  • Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST, bersama Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH, dan sejumlah pejabat daerah turut hadir di puskesmas untuk memberikan dukungan moral.
  • Pasien terakhir masuk sekitar pukul 02.30 WIB, Jumat (27 Februari 2026).
  • Hingga Sabtu (28/2/2026), kondisi pasien sudah membaik, dengan hanya sekitar 10 orang yang masih menjalani perawatan intensif.

Pelajaran Penting

Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kejadian luar biasa di masyarakat. Berkat kerja sama semua pihak, penanganan kasus keracunan massal ini dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

140 Warga Bireuen Keracunan MBG, Puskesmas Berkoordinasi Tangani Darurat
0123456789