News
Dokter RSUTP Abdya Laporkan Atasan ke Polisi Usai Dikeroyok dan Diintimidasi
4 jam yang lalu
Seorang dokter di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Aceh Barat Daya (Abdya) melaporkan atasan langsungnya ke pihak kepolisian setelah mengalami kekerasan fisik dan intimidasi. Insiden ini bermula dari persoalan administrasi surat-menyurat yang memicu ketegangan di lingkungan kerja.
Korban, dr. A, mengaku mendapat ayunan siku dan kata-kata kasar dari oknum Kepala Bidang (Kabid) berinisial dr. D. Tindakan tersebut diduga terjadi setelah dr. A mengalami kendala dalam menyelesaikan tugas surat-menyurat yang seharusnya menjadi tanggung jawab rekan sejawatnya.
Kronologi Insiden
-
Perselisihan Administrasi: dr. D meminta dr. A menyelesaikan tugas surat-menyurat yang seharusnya menjadi tanggung jawab kepala seksi lain. dr. A menyanggupi permintaan tersebut demi kelancaran organisasi.
-
Kendala Teknis: Pengerjaan surat terhambat karena tugas lain yang mendesak dan padamnya aliran listrik. dr. A menjelaskan situasi tersebut, namun respons dr. D semakin marah.
-
Kekerasan Fisik: dr. A mengaku mendapat beberapa kali ayunan siku yang mengenai bahunya. Awalnya dianggap bercanda, namun ayunan kedua terasa keras dan menyakitkan.
-
Intimidasi dan Ancaman: dr. D diduga melontarkan kata-kata kasar dan tidak pantas, serta kembali mendatangi ruangan dr. A untuk mengancam.
Dampak dan Tindak Lanjut
-
Dampak Psikologis: Sebagai seorang perempuan dan tenaga profesional, dr. A mengaku tindakan fisik dan ucapan kasar tersebut sangat mengguncang kondisi psikologisnya.
-
Pelaporan ke Polisi: dr. A memutuskan untuk menempuh jalur hukum sebagai bentuk edukasi agar kejadian serupa tidak terulang kepada pegawai lain.
-
Penanganan Kasus: Kasus tersebut kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Abdya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Klarifikasi Upaya Damai
-
dr. A membantah adanya upaya damai secara langsung dari pihak terlapor. Ia meluruskan bahwa sejauh ini hanya Sekretaris Daerah (Sekda) dan Direktur RSUTP yang datang menemuinya.
-
dr. A menegaskan bahwa suami dari dr. A, yang merupakan anggota pasukan khusus TNI, tidak terlibat dalam upaya damai tersebut.
