Memasuki hari ke-12 Ramadhan 1447 Hijriah, ribuan penyintas banjir Aceh pada November 2025 masih menghadapi keterbatasan. Banyak dari mereka berbuka dan sahur di hunian sementara atau rumah kerabat, kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Musibah ini menjadi pembahasan utama dalam program "Serambi Ramadhan" yang tayang di kanal YouTube Serambinews.com.
Tgk. Burhanuddin, MA, Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, mengupas tema "Di Tengah Lumpur dan Doa: Makna Puasa bagi Penyintas Banjir Aceh". Ia menekankan bahwa musibah merupakan tazkirah (pengingat) untuk meningkatkan keimanan. Bagi penyintas, kesabaran dalam menghadapi ujian ini diyakini akan berbuah pahala berlipat ganda, terutama di bulan suci Ramadhan.
Dampak Banjir dan Kondisi Penyintas
- Ribuan warga masih tinggal di hunian sementara atau menumpang di rumah keluarga.
- Banyak penyintas kehilangan sumber penghasilan seperti toko, kebun, dan sawah.
- Keterbatasan ekonomi dan fisik menjadi tantangan utama bagi penyintas.
Pesan Spiritual dan Kepedulian Sosial
- Tgk. Burhanuddin mengajak penyintas untuk bersabar dan berdoa, mengingat ujian sebagai bentuk kecintaan Allah.
- Ia menekankan pentingnya doa: "Allahumma ajirni fi musibati wa akhlif li khairan minha" (Ya Allah, berikan aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah dengan yang lebih baik darinya).
- Masyarakat diajak untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan infak, terutama bagi korban yang kehilangan mata pencaharian.
Harapan dan Solidaritas
- Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat kesabaran, empati, dan kepedulian sosial.
- Semangat solidaritas diharapkan dapat mempercepat pemulihan Aceh secara kolektif.
- Dengan saling bahu-membahu, duka akibat banjir diharapkan dapat segera terhapus oleh kehangatan persaudaraan di bulan yang penuh berkah.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.