News
Tiga Bulan Pasca Banjir, Warga Aceh Tamiang Masih Menunggu Hunian Tetap
4 jam yang lalu
Tiga bulan setelah banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025, banyak warga masih bertahan di tenda darurat. Mereka menunggu kepastian pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap). Kondisi hidup yang serba terbatas dan ketidakpastian bantuan menambah beban bagi warga yang terdampak.
Ponirah (69), salah satu korban banjir di Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, masih tinggal di tenda lusuh bersama anak dan cucunya. Rumahnya hancur total saat banjir datang, dan sejak itu mereka tidak memiliki tempat tinggal yang layak. "Ya saya minta rumah saja. Pokoknya rumah kami bisa dibikin. Kasihan cucu saya seperti ini, kedinginan," ujar Ponirah.
Kondisi Warga Pasca Banjir
- Ponirah dan keluarga masih tinggal di tenda darurat yang lusuh, menghadapi panas matahari dan debu tebal.
- Kampung Kota Lintang Bawah, salah satu wilayah terdampak paling parah, masih menunjukkan kerusakan yang jelas.
- Anak-anak terlihat beraktivitas dan mandi di sekitar puing rumah yang hancur.
Janji Pemerintah
- Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, menyatakan pemerintah akan mempercepat penyelesaian huntara bagi warga terdampak di Aceh Tamiang.
- 102 blok hunian sementara telah dibangun secara nasional, namun realisasi di Aceh Tamiang masih lambat.
- Warga seperti Ponirah masih menunggu kepastian bantuan, sementara hari-hari mereka tetap berlalu di bawah tenda darurat.
