Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Tiga Bulan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Masih Tinggal di Tenda, ISPA dan Diare Meningkat

5 jam yang lalu

Tiga bulan setelah banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sebagian warga di Dusun Metro Jaya, Desa Durian, Kecamatan Rantau, masih bertahan di tenda darurat dan terpal. Hunian sementara yang sempit, panas, dan berdebu memicu persoalan kesehatan baru, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare pada anak.

Kondisi tersebut terpantau dalam Aksi Kemanusiaan Batch 9 yang digelar Tim Reaksi Cepat (TRC) Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) di lokasi tersebut pada Sabtu, 28 Februari 2026. Tim memberikan pelayanan kesehatan umum dan menyalurkan bantuan logistik bagi keluarga yang belum memperoleh hunian sementara (huntara).

Dampak Kesehatan

  • 47 warga menjalani pemeriksaan kesehatan, terdiri dari 11 laki-laki dan 36 perempuan.
  • ISPA menjadi keluhan terbanyak, terutama pada kelompok lanjut usia.
  • Diare dominan pada anak-anak, sementara kasus hipertensi, hiperkolesterolemia, dan nyeri kepala juga tercatat.

Kondisi Lingkungan

  • Lumpur yang mengering dan paparan panas menghasilkan debu dalam jumlah besar di sekitar tenda.
  • Ventilasi terbatas dan suhu tinggi di dalam tenda meningkatkan risiko ISPA.
  • Keterbatasan air bersih dan sanitasi memperburuk kasus diare dan infeksi kulit.

Tantangan dan Solusi

  • Percepatan pembangunan huntara yang memenuhi standar kesehatan lingkungan diperlukan.
  • Ketersediaan air bersih, fasilitas sanitasi layak, dan akses layanan kesehatan rutin menjadi prioritas.
  • Bantuan kemanusiaan yang diberikan bersifat sementara, sehingga solusi jangka panjang harus segera diimplementasikan untuk mencegah krisis kesehatan sekunder.
Tiga Bulan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Masih Tinggal di Tenda, ISPA dan Diare Meningkat