News
Tim PKM Universitas Samudra Bangkitkan Semangat Belajar Anak Desa Sapta Marga Pasca Banjir
17 Februari 2026 21:35
Banjir yang melanda Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga memukul semangat belajar anak-anak. Buku dan alat tulis rusak, ruang belajar tak dapat digunakan, serta aktivitas sekolah terhenti sementara. Di tengah situasi tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Samudra hadir membawa harapan melalui program Pendidikan Darurat Pascabanjir yang dilaksanakan pada 13-14 Februari 2026.
Program ini menjadi langkah cepat dan nyata untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya meski dalam kondisi serba terbatas. Ketua tim PKM, Sri Indah Lestari, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana. "Kami tidak ingin anak-anak kehilangan momentum belajar mereka. Banjir boleh datang, tetapi semangat belajar harus tetap hidup," ujarnya saat kegiatan berlangsung.
Program Pendidikan Darurat Pascabanjir
- Penyaluran buku pelajaran dan alat tulis baru kepada anak-anak terdampak.
- Pendampingan pembelajaran secara langsung dengan sesi belajar interaktif.
- Dukungan dan apresiasi dari masyarakat setempat, termasuk Muhajir, warga yang membantu koordinasi di lapangan.
- Peran aktif perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat secara cepat dan terstruktur.
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan sesaat, melainkan sebagai bagian dari proses pemulihan pendidikan. Sri Indah menambahkan, "Kami ingin memastikan anak-anak tidak tertinggal pelajaran dan tetap memiliki motivasi untuk meraih cita-cita mereka. Pendidikan adalah investasi masa depan yang tidak boleh berhenti dalam keadaan apa pun."
Di tengah sisa-sisa lumpur dan dampak banjir yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran tim PKM menjadi simbol bahwa pemulihan tidak hanya tentang membangun kembali fisik yang rusak, tetapi juga membangun kembali harapan. Bagi anak-anak Desa Sapta Marga, buku dan pena yang kembali mereka genggam hari ini adalah awal dari langkah baru menuju masa depan yang tetap mereka impikan.
