Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Mendikdasmen Ngajar di SMP Takengon, Revitalisasi Sekolah Aceh Tengah 100% Selesai

30 Januari 2026 08:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengunjungi SMP Negeri 22 Takengon, Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026). Sekolah tersebut merupakan salah satu yang terdampak bencana pada November 2025 lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meninjau langsung ruang-ruang kelas darurat yang saat ini digunakan pelajar untuk mengikuti proses pembelajaran. Di tengah keterbatasan sarana, sekolah tetap memanfaatkan Papan Interaktif Digital sebagai media pembelajaran digital, guna menjaga kualitas dan keberlanjutan proses belajar mengajar.

Mendikdasmen Mengajar di Kelas

Menteri menilai pemanfaatan teknologi ini sebagai contoh adaptasi sekolah dalam menghadapi situasi darurat tanpa mengorbankan mutu pembelajaran. Tidak hanya meninjau, Mendikdasmen juga berinteraksi langsung dengan siswa melalui kegiatan mengajar di kelas.

  • Di kelas IX, Menteri mengajar mata pelajaran bahasa Inggris dan bernyanyi bersama memperkanalkan anatomi tubuh dalam bahasa inggris.
  • Di kelas VII dan VIII, Mu’ti turut terlibat dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menggunakan papan interaktif digital.

Suasana kelas berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan semangat belajar siswa yang tetap terjaga meski belajar di ruang darurat. “Kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar anak-anak. Yang penting anak-anak tetap bisa belajar, tetap beraktivitas, dan bertemu teman-temannya. Ini bagian dari proses pemulihan agar mereka tidak stres,” ujar Abdul Mu’ti.

Kegiatan Senam Anak Indonesia Sehat

Mendikdasmen mengajak para pelajar dan guru untuk melakukan Senam Anak Indonesia Sehat, sebagai simbol penguatan pendidikan karakter, kebugaran jasmani, dan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya perhatian pada kesehatan fisik dan mental peserta didik pascabencana.

Revitalisasi Sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terdampak bencana, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal dan aman.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menyatakan, sebanyak 53 sekolah yang terdampak banjir dan longsor di dataran tinggi Gayo, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah sudah 100 persen rampung direvitalisasi.

"Sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang sudah selesai pembangunan untuk revitalisasi tahun 2025 sudah selesai 100 persen, Aceh Tengah 36 dan Bener Meriah 17 sekolah (total 53)," katanya saat meninjau sekolah terdampak bencana serta penyerahan bantuan perlengkapan sekolah, di SD 12 Bintang, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah.

Mendikdasmen mengatakan, sekolah-sekolah yang sudah selesai direvitalisasi tersebut terdiri dari SD, SMP hingga SMA, dan kini sudah dapat dimanfaatkan untuk belajar mengajar oleh para peserta didik dari dua kabupaten bertetangga tersebut.

Ia berharap, terhadap sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di daerah lainnya di Aceh juga dapat segera diperbaiki atau dibangun kembali pada tahun anggaran 2026 ini. "Mudah-mudahan di 2026 ini juga bisa kita dapat prioritaskan untuk daerah-daerah terjangkau," ujarnya.

Mendikdasmen Ngajar di SMP Takengon, Revitalisasi Sekolah Aceh Tengah 100% Selesai
0123456789