Timeline Aceh
aceh.antaranews.com
aceh.antaranews.com

Jembatan Gantung TNI Sambungkan Harapan Warga Aceh Tamiang Pasca Banjir

4 jam yang lalu

Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 menghancurkan jembatan permanen yang menjadi urat nadi 15 desa di Kecamatan Sekerak dan Bandar Pusaka. Warga terisolasi dan harus mengeluarkan biaya hingga Rp50.000 untuk sekali pulang-pergi menggunakan perahu mesin. Kondisi ini semakin memberatkan, terutama bagi warga yang juga kehilangan rumah akibat banjir.

Namun, harapan warga mulai terangkat dengan kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda yang dibangun oleh TNI. Jembatan sepanjang 120 meter ini rampung sebelum Ramadhan 1447 H dan telah memulihkan konektivitas antar desa. Meski hanya bisa dilalui kendaraan roda dua secara bergantian, jembatan ini telah mengurangi biaya transportasi dan memulihkan martabat ekonomi warga.

Dampak Jembatan Gantung

  • Mengurangi biaya transportasi dari Rp50.000 menjadi Rp5.000 per orang.
  • Memulihkan konektivitas antar 15 desa yang sebelumnya terisolasi.
  • Mendukung ekonomi lokal dengan memungkinkan warga beraktivitas kembali.
  • Membuka akses pendidikan dan kesehatan yang sebelumnya terhambat.

Harapan Warga

Warga berharap jembatan permanen segera dibangun untuk mendukung lalu lintas kendaraan roda empat dan meningkatkan aktivitas ekonomi. Upik, ibu rumah tangga asal Aras Sembilan, berharap jembatan permanen dapat dibangun agar truk angkutan bisa melintas dan suasana kembali ramai seperti dulu. Sementara itu, Riyan, pemuda sukarelawan, menjaga lalu lintas jembatan untuk memastikan keamanan penggunanya.

Kolaborasi dan Teknis Pembangunan

Jembatan ini dibangun melalui kolaborasi antara Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25/Siwah, dan relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Proyek ini dikerjakan dalam waktu 1,5 hingga 2 bulan, lebih cepat dari target tiga bulan. Kolonel Inf Ali Imran, Danrem 011/Lilawangsa, menekankan pentingnya menjaga aset ini hingga jembatan permanen dibangun.

Tantangan dan Solusi

  • Pengadaan material dari luar Aceh sempat menjadi kendala, tetapi kerja keras personel TNI dan cuaca yang mendukung mempercepat penyelesaian.
  • Aturan pakai ketat diterapkan untuk menjaga ketahanan struktur jembatan, seperti larangan melintas bersamaan dari dua arah.
  • Pemuda sukarelawan seperti Riyan menjaga lalu lintas jembatan untuk mencegah kecelakaan.

Kehadiran jembatan gantung ini tidak hanya memulihkan konektivitas, tetapi juga membangun kembali harapan dan martabat warga Aceh Tamiang yang sempat hanyut dibawa arus banjir.

Jembatan Gantung TNI Sambungkan Harapan Warga Aceh Tamiang Pasca Banjir