Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Aset Perbankan Aceh Tumbuh Jadi Rp 62,23 Triliun, Optimisme Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

3 jam yang lalu

Laporan terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh menunjukkan pertumbuhan positif dalam kinerja industri jasa keuangan di wilayah ini. Total aset perbankan di Aceh mencapai Rp 62,23 triliun, dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 44,57 triliun dan pembiayaan sebesar Rp 47,41 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah dan peran perbankan dalam mendukung perekonomian daerah.

Kepala OJK Aceh, Daddi Peryoga, menyatakan bahwa perkembangan positif ini menumbuhkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi Aceh pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah ini pada akhir tahun 2025. Rasio Non Performing Financing (NPF) masih terjaga di bawah 5 persen, sementara rasio Finance To Deposit Ratio (FDR) mencapai 106,38 persen, menunjukkan bahwa seluruh dana masyarakat telah tersalurkan.

Pertumbuhan dan Tantangan

  • Total aset perbankan meningkat 19,15 persen menjadi Rp 62,23 triliun.
  • Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 13,35 persen menjadi Rp 44,57 triliun.
  • Pembiayaan meningkat 52,15 persen menjadi Rp 47,41 triliun.
  • Rasio FDR mencapai 106,38 persen, menunjukkan seluruh dana masyarakat tersalurkan.

Pengaduan Konsumen

  • OJK Aceh menerima 66 pengaduan konsumen secara walk-in dan 102 pengaduan melalui Aplikasi Portal Pengaduan Konsumen (APPK).
  • Permintaan OJK Checking (SLIK) yang dilayani secara online sebanyak 1.650 permintaan dan secara walk-in sebanyak 668 permintaan.
Aset Perbankan Aceh Tumbuh Jadi Rp 62,23 Triliun, Optimisme Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana