News
Tumpukan Kayu Eks Banjir Ancam Bendungan Keureuto, TA Khalid Fasilitasi Kesepakatan Pembersihan
1 hari yang lalu
Tumpukan kayu bekas banjir yang menumpuk di Bendungan Krueng Keureuto, Aceh Utara, mengancam infrastruktur dan masyarakat di wilayah hilir. TA Khalid, perwakilan Satgas Galapana DPR RI, memfasilitasi kesepakatan antara Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWS) dan PT Satya Agung untuk pembersihan kayu tersebut.
Kayu seluas sekitar 7–10 hektare dengan ketebalan 1–2 meter dikhawatirkan dapat menabrak tubuh bendungan dan memperparah dampak bencana. Kesepakatan ini memungkinkan kayu dipindahkan ke lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Satya Agung untuk penumpukan sementara.
Detail Kesepakatan
- Lokasi Penumpukan: Lahan HGU PT Satya Agung seluas 10 hektare
- Pemanfaatan Kayu: Material kayu akan dimanfaatkan oleh dinas terkait untuk penanganan banjir
- Penandatanganan: Kepala BWS Sumatera I Banda Aceh, Asyari, dan Direktur PT Satya Agung, Alfred Johnson Sianipar
Dampak dan Urgensi
- Risiko Infrastruktur: Tumpukan kayu dapat merusak bendungan dan memperparah bencana
- Dampak Masyarakat: Masyarakat di wilayah hilir terancam jika bendungan rusak
- Solusi Cepat: Kesepakatan ini memungkinkan pembersihan segera dilakukan
Dengan adanya kesepakatan ini, proses pengangkutan kayu yang sebelumnya terkendala dapat segera dilaksanakan guna mencegah risiko tambahan terhadap infrastruktur bendungan dan masyarakat di wilayah hilir.
