News
Warga Aceh Timur dan Tamiang Bisa Tukar Uang Rusak Akibat Banjir di BI Lhokseumawe
21 Januari 2026 17:28
Banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat, termasuk kerusakan pada uang tunai yang mereka miliki. Untuk membantu warga yang terdampak, Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe membuka layanan penukaran uang rusak. Layanan ini bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dan ditujukan khusus bagi warga di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.
Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, menjelaskan bahwa layanan penukaran uang rusak ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengganti uang Rupiah yang mengalami kerusakan fisik akibat terendam banjir. Dengan demikian, uang tersebut dapat kembali digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Layanan ini berlangsung dari 19 hingga 22 Januari 2026 dan telah dimanfaatkan oleh banyak warga yang terdampak banjir.
Kriteria Uang yang Dapat Ditukar
- Uang kertas yang masih memiliki lebih dari dua pertiga ukuran fisik aslinya
- Keaslian uang masih dapat dikenali
- Uang telah dibersihkan dan dalam kondisi kering sehingga mudah dihitung
Informasi Tambahan
Selain layanan penukaran uang, BI Lhokseumawe juga melaksanakan kegiatan CBP Rupiah Keumamah (Kepedulian untuk Membangun Asa, Mental, dan Antusiasme Harapan). Kegiatan ini menyasar anak-anak dan ibu rumah tangga sebagai bagian dari dukungan pemulihan psikologis pascabencana. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tidak hanya membantu pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan lokasi penukaran, masyarakat dapat mengakses kanal resmi Bank Indonesia. Layanan ini merupakan salah satu upaya BI untuk mendukung pemulihan ekonomi dan psikologis masyarakat Aceh pascabencana banjir.
Dampak Positif
- Membantu masyarakat terdampak banjir untuk mengganti uang rusak
- Meningkatkan kepercayaan publik terhadap Rupiah
- Mendukung pemulihan ekonomi dan psikologis pascabencana
