News
UIN Ar-Raniry Gratiskan UKT Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh
30 Januari 2026 08:34
UIN Ar-Raniry Banda Aceh telah menyalurkan sejumlah bantuan dan bersiap mendukung proses rehab rekon, serta pemulihan yang sedang berlangsung di sejumlah kabupaten/kota terdampak pascabencana hidrometeorologi Aceh. Data terbaru, UIN Ar-Raniry sudah menerjunkan total sebanyak 600 paket sembako dan logistik ke sejumlah titik lokasi terdampak bencana meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang.
Dana yang telah disalurkan hampir satu miliar rupiah, total rincian besaran Rp 823.800.000 diperuntukkan untuk biaya hidup sementara mahasiswa, hingga keringanan UKT. Islamic Trust Fund (ITF) UIN Ar-Raniry akan menyalurkan bantuan kepada mahasiswa yang telah diverifikasi oleh bagian akademik.
Bantuan dari Perusahaan Persero
Kampus ini juga mendapatkan bantuan dari salah satu perusahaan persero dengan nilai sebesar Rp 100 juta pada Rabu (28/1/2026), yang diperuntukkan untuk biaya tanggap darurat dan bantuan pembayaran UKT mahasiswa terdampak bencana.
Jatah Hidup dan Gratis UKT
Mahasiswa yang masuk kategori terdampak bencana sebagaimana ketentuan yang berlaku, nantinya akan mendapatkan jatah hidup dan gratis UKT selama kuliah sebagaimana kuota yang sedang disusun tim, menyesuaikan donasi yang terkumpul melalui Ar-Raniry Peduli maupun Islamic Trust Fund (ITF) UIN Ar-Raniry.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman menyampaikan, kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap kondisi sosial masyarakat Aceh, agar generasi muda tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani masalah finansial.
“Mahasiswa yang terdampak bencana tidak boleh kehilangan kesempatan untuk belajar. Dengan kebijakan ini, kami ingin memastikan mereka tetap bisa kuliah tanpa terbebani biaya,” ujar Prof Mujiburrahman, Kamis (28/1/2026).
Dikatakan, kebijakan ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang solidaritas dan kepedulian sosial. Rektor UIN Ar-Raniry berharap, mahasiswa penerima manfaat dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Kami berharap mereka belajar sungguh-sungguh, berprestasi, dan suatu saat kembali memberi kontribusi bagi masyarakat,” tutupnya.
