News
UIN Ar-Raniry & ITS Pasang IPAM Portabel di Bireuen, Bantu Warga Pasca-Banjir
14 Februari 2026 17:09
Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerja sama dalam program "Kolaborasi Bersama Membantu Aceh". Mereka menyerahkan dan memasang satu unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) portabel bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.
Unit IPAM portabel ini mampu mengolah air baku menjadi air minum melalui kombinasi teknologi media filter, Reverse Osmosis Membrane, dan sinar UV. Air baku yang digunakan berasal dari sumur bor komunal setempat. Keunggulan lain alat ini adalah sistem pompa otomatis pada tangki penampungan; jika level air rendah, pompa media filter akan bekerja secara otomatis, dengan kapasitas 100 liter per jam atau 2,4 m³ per hari.
Lokasi Pemasangan
Pemasangan dilakukan di Meunasah Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, salah satu lokasi terdampak banjir paling parah di Kabupaten Bireuen. Gampong Kubu dipilih karena kondisi geografisnya yang dikelilingi Krueng Peusangan dan kerusakan parah yang dialami.
Kebutuhan Air Minum
Lokasi ini masih membutuhkan suplai air minum untuk mendukung operasional dapur umum warga yang akan berlangsung hingga bulan Ramadhan, sehingga kebutuhan akan air minum layak menjadi mendesak.
Manfaat Unit Portabel
Unit pengolahan yang dipasang bersifat portabel, sehingga dapat dipindahkan ke lokasi lain di wilayah Gampong yang juga membutuhkan suplai air bersih. Hal ini memungkinkan kebermanfaatan alat tetap berlanjut di masa depan, terutama bila terjadi situasi darurat di masyarakat.
Kegiatan Kolaboratif
Kegiatan kolaboratif ini dilaksanakan pada 12 Februari 2026, melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi antara UIN Ar-Raniry dan ITS Surabaya, program ini diharapkan menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang tidak hanya menjawab kebutuhan darurat masyarakat, tetapi juga memperkuat pembelajaran dan penelitian di bidang rekayasa pengelolaan air minum berkelanjutan.
