News
UIN Ar-Raniry Banda Aceh Menjadi Kampus Riset Terbaik di Luar Jawa, Peringkat 4 Nasional
04 Februari 2026 16:03
UIN Ar-Raniry Banda Aceh meraih peringkat keempat kampus riset terbaik nasional versi Scimago Institutions Rankings (SIR) 2025. Kampus ini juga tercatat sebagai perguruan tinggi dengan kinerja riset terbaik di luar Pulau Jawa, mengungguli sejumlah perguruan tinggi besar lain seperti Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, dan Universitas Syiah Kuala.
UIN Ar-Raniry menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang masuk lima besar nasional. Penilaian SIR didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja riset, inovasi, dan dampak sosial.
Kinerja Riset dan Inovasi
- UIN Ar-Raniry mengelola 125 jurnal ilmiah dan prosiding, dengan 49 jurnal terakreditasi nasional.
- Empat jurnal berperingkat Sinta 1 terindeks Scopus, enam jurnal Sinta 2, dan sisanya tersebar di Sinta 3 hingga Sinta 5.
- Jurnal El-Usrah tercatat sebagai jurnal antropologi terbaik di Asia versi Scimago Journal Rank (SJR) 2025 dengan skor 0,73.
- Tiga jurnal lainnya, yakni Samarah (SJR: 0.92), Islam Futura (SJR: 0.38), dan Petita (SJR: 0.26), masuk dalam kategori Q1, kuartil tertinggi di kancah jurnal internasional bereputasi.
Kolaborasi Internasional
- UIN Ar-Raniry aktif membangun kolaborasi riset internasional, seperti The 3rd Samarah International Conference on Islamic Family Law dan The First El-Usrah International Conference di Selangor pada akhir 2024.
- Konferensi tersebut diikuti 128 pemakalah dari Indonesia, Malaysia, dan Turki, dengan seluruh artikel dipublikasikan di jurnal Q1 yang dikelola UIN Ar-Raniry.
Daftar Top 2% Scientist Worldwide
- Dua dosen UIN Ar-Raniry masuk daftar Top 2% Scientist Worldwide 2025, yakni Muhammad Siddiq Armia dan Mursyid Djawas.
Rektor UIN Ar-Raniry, Profesor Mujiburrahman, mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi kampus dalam memperkuat tata kelola riset. 'Ini hasil kerja kolektif sivitas akademika. Kami terus mendorong budaya riset yang berkualitas dan berdampak luas,' kata Mujiburrahman.
