Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya meninggalkan dampak berat bagi pelaku usaha mikro. Untuk membantu pemulihan ekonomi, Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Yayasan Peduli Pembangunan Pesisir Aceh (YAPPERA) menggelar program pendampingan selama dua hari di Aula Kantor Kementerian Agama Pidie Jaya.
Sebanyak 25 pelaku usaha mikro dari sektor kuliner, bengkel, dan menjahit di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua mengikuti pelatihan ini. Program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pemulihan psikologis dan strategi pengembangan bisnis pascabencana.
Dampingan Komprehensif untuk Pemulihan Ekonomi
- Pelatihan intensif oleh pakar UNAIR, termasuk tata kelola usaha, inovasi bisnis, dan pencatatan keuangan sederhana.
- Dukungan modal usaha sebagai stimulus untuk menghidupkan kembali usaha yang terdampak banjir.
- Pendampingan berkelanjutan oleh YAPPERA untuk memastikan keberlanjutan usaha setelah pelatihan.
- Pemulihan psikologis untuk membangun semangat dan optimisme pelaku usaha yang terdampak bencana.
Sinergi untuk Masa Depan Lebih Baik
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR, Prof. Bagong Suyanto, menekankan pentingnya pemberdayaan berkelanjutan. "Kami berharap pelaku usaha dapat bangkit dan mengembangkan aktivitas ekonomi secara mandiri," ujarnya. Sementara itu, Ketua YAPPERA, Beeri Burman, mengapresiasi dukungan UNAIR sebagai langkah nyata dalam memulihkan ekonomi masyarakat Pidie Jaya.
Salah satu peserta, Rahmi, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. "Ini memberi kami harapan untuk memulai kembali," tuturnya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.