News
Pelaku Usaha Mikro Pidie Jaya Dampingi UNAIR-YAPPERA Pasca Banjir
6 hari yang lalu
Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya meninggalkan dampak berat bagi pelaku usaha mikro. Untuk membantu pemulihan ekonomi, Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Yayasan Peduli Pembangunan Pesisir Aceh (YAPPERA) menggelar program pendampingan selama dua hari di Aula Kantor Kementerian Agama Pidie Jaya.
Sebanyak 25 pelaku usaha mikro dari sektor kuliner, bengkel, dan menjahit di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua mengikuti pelatihan ini. Program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pemulihan psikologis dan strategi pengembangan bisnis pascabencana.
Dampingan Komprehensif untuk Pemulihan Ekonomi
- Pelatihan intensif oleh pakar UNAIR, termasuk tata kelola usaha, inovasi bisnis, dan pencatatan keuangan sederhana.
- Dukungan modal usaha sebagai stimulus untuk menghidupkan kembali usaha yang terdampak banjir.
- Pendampingan berkelanjutan oleh YAPPERA untuk memastikan keberlanjutan usaha setelah pelatihan.
- Pemulihan psikologis untuk membangun semangat dan optimisme pelaku usaha yang terdampak bencana.
Sinergi untuk Masa Depan Lebih Baik
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR, Prof. Bagong Suyanto, menekankan pentingnya pemberdayaan berkelanjutan. "Kami berharap pelaku usaha dapat bangkit dan mengembangkan aktivitas ekonomi secara mandiri," ujarnya. Sementara itu, Ketua YAPPERA, Beeri Burman, mengapresiasi dukungan UNAIR sebagai langkah nyata dalam memulihkan ekonomi masyarakat Pidie Jaya.
Salah satu peserta, Rahmi, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. "Ini memberi kami harapan untuk memulai kembali," tuturnya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
