News
Perpustakaan Kuno Tgk Chik Tanoh Abee Aceh Besar Terpilih Memory of the World 2026
08 Februari 2026 19:41
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) selaku Ketua Komite Memory of the World (MoW) Indonesia memberitahukan kepada Zawiyah Kuno Tgk Chik Tanoh Abee bahwa pada tahun 2026, Perpustakaan Kuno Tgk Chik Tanoh Abee, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, kembali memperoleh pengakuan sekaligus undangan untuk berpartisipasi dalam Program Warisan Dokumenter Memori Kolektif Bangsa dan Memory of the World.
Undangan ini merupakan bagian dari program partisipasi Unesco bagi negara anggota untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang sejalan dengan mandat dan prioritas Unesco.
Pengakuan dan Relevansi
- Undangan ini relevan dengan upaya perlindungan, pelestarian, dan penguatan warisan dokumenter bangsa dan dunia melalui penguatan program Memori Kolektif Bangsa dan Memory of the World.
- Pada tahun 2025 lalu, ANRI bersama Asian Culture Center dan Unesco sudah menetapkan Perpustakaan Kuno Tgk Chik Tanoh Abee beserta seluruh koleksinya sebagai warisan dunia yang harus dijaga, dilestarikan, dan dipertahankan keberlanjutannya.
Dukungan dan Apresiasi
- Seluruh koleksi tersebut merupakan milik pribadi keturunan Tgk Chik Tanoh Abee yang saat ini dipertanggungjawabkan kepada pimpinan Zawiyah Tgk Chik Tanoh Abee yakni Cut Fid atau Tgk Abdul Hafidz al Fairusy al Baghdady.
- Menanggapi undangan dan pengakuan tersebut, Cutbang Abulis yang merupakan keponakan Cut Fid selaku pimpinan Zawiyah sekaligus penanggung jawab pustaka menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang kembali diberikan oleh ANRI dan Unesco.
Dukungan dan Harapan
- Dalam beberapa tahun terakhir, dukungan terhadap pelestarian dan perawatan manuskrip Tgk Chik Tanoh Abee terus menguat. Dukungan tersebut datang dari berbagai pihak, di antaranya, ANRI, Asian Culture Center, Unesco, UIN Ar-Raniry, Balai Pelestarian Kebudayaan Republik Indonesia Wilayah I Aceh, serta sejumlah institusi lainnya.
- Ke depan, Cutbang Abulis berharap adanya perhatian yang lebih besar dari Pemkab Aceh Besar dan Pemerintah Aceh terhadap warisan sejarah dan situs Zawiyah serta Perpustakaan Kuno Tgk Chik Tanoh Abee.
- Ia menegaskan bahwa sejak masa lalu hingga saat ini, kawasan tersebut merupakan situs penting bagi masyarakat Aceh dan Indonesia, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang.
