News
Polres Bireuen Bersihkan SDN 6 Peusangan Siblah Krueng dari Lumpur Banjir
06 Februari 2026 18:13
Komplek UPTD SD Negeri 6 Peusangan Siblah Krueng di Desa Pante Baro Gle Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, masih dipenuhi lumpur akibat banjir. Meski proses belajar mengajar sudah berlangsung, kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Kerusakan mobiler sekolah membuat siswa harus belajar di lantai, sementara sisa lumpur masih cukup tebal di sejumlah titik.
Puluhan personel Polres Bireuen turun langsung ke lokasi, Jumat (6/2/2026), untuk melaksanakan gotong royong membersihkan endapan lumpur di lingkungan sekolah. Selain membersihkan, personel juga menata mobiler yang masih bisa digunakan serta membuang peralatan yang telah rusak. Kegiatan sosial ini melibatkan personel dari jajaran Polres, Polsek, dan Pos Polsek se-Kabupaten Bireuen.
Aksi Gotong Royong
- Personel Polres Bireuen turun tangan membersihkan lumpur di SDN 6 Peusangan Siblah Krueng.
- Kegiatan dipimpin oleh Kabag Ops Polres Bireuen, Kompol Darmansyah, dan Ketua Tim Lapangan Kasat Tahti Polres Bireuen, Iptu Misbahuddin.
- Peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, gerobak sorong (artco), mesin penyedot air, karet pel lantai, dan sapu digunakan.
- Siswa kelas tinggi ikut membantu personel Polri saat jam istirahat.
Kepala UPTD SD Negeri 6 Peusangan Siblah Krueng, Anita, S.Pd (48), menjelaskan bahwa saat banjir melanda, ketinggian air mencapai sekitar dua meter dan meninggalkan endapan lumpur hingga 50 sentimeter di berbagai titik sekolah. Sekolah sudah harus aktif kembali sejak 5 Januari 2026, sehingga berbagai upaya pembersihan dilakukan. Namun, hasilnya masih jauh dari kondisi bersih sempurna.
Bantuan Pascabanjir
- Sekolah menerima bantuan dari berbagai pihak, termasuk Komunitas Persis Peduli, Grup IPEMI, adik-adik Ummul Qura, dan PMI Kabupaten Bireuen.
- Tidak ada korban jiwa baik dari guru maupun murid akibat banjir, tetapi seluruh mobiler sekolah yang tersimpan di gudang mengalami kerusakan berat.
- Proses belajar tetap berjalan meski anak-anak masih belajar di lantai.
