Bencana banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Timur tidak hanya merusak fisik, tetapi juga memutus mata pencaharian ratusan pelaku UMKM. Izuddin, pemilik Sharing Kopi, kehilangan tiga usaha senilai Rp 600 juta, sementara Fitriana, pemilik toko fotokopi, merugi Rp 500 juta. Keduanya kini berjuang bertahan tanpa penghasilan tetap, sementara cicilan utang usaha tetap menunggu.
Relaksasi kredit selama tiga bulan dari bank dinilai tidak cukup. Izuddin menyebutnya hanya menunda kewajiban, bukan solusi. Sementara itu, Alwi, pemilik kursus bahasa Inggris di Idi Rayeuk, Aceh Timur, terkejut menerima tagihan denda Rp 50.000 dari PT Federal International Finance (FIF Group), meski pemerintah daerah telah mengimbau relaksasi bagi korban bencana.
Dampak Utang Pasca Bencana
- UMKM hancur total: Warung kopi, butik, toko fotokopi, dan kursus bahasa Inggris lenyap, meninggalkan utang yang harus dibayar tanpa sumber pendapatan.
- Relaksasi kredit tidak efektif: Penundaan cicilan selama tiga bulan dianggap tidak cukup untuk pemulihan usaha yang membutuhkan waktu lebih lama.
- Penagihan tetap berjalan: Beberapa lembaga keuangan, seperti FIF Group, terus menagih cicilan dan denda, bahkan saat korban masih berada di pengungsian.
- Bantuan pemerintah terlambat: Verifikasi bantuan bagi pelaku UMKM terdampak berjalan lambat, meninggalkan warga tanpa harapan pemulihan.
Keluhan dan Harapan Warga
Warga seperti Aldo di Lhokseumawe dan Dedi di Aceh Tengah mengaku terus ditelepon oleh petugas leasing untuk menagih cicilan, meski mereka sedang dalam kondisi sulit pascabencana. Siska Yanti, Ketua Kelompok Nasabah Mekaar, menyebutkan bahwa kebijakan relaksasi hanya disampaikan secara lisan tanpa surat resmi, membuat pelaksanaannya tidak konsisten.
Harapan warga kini tertuju pada pemerintah dan lembaga keuangan untuk memberikan solusi konkret. Mereka berharap adanya penghapusan denda, penundaan cicilan yang lebih panjang, dan bantuan modal untuk memulai usaha kembali. Tanpa langkah nyata, pemulihan ekonomi Aceh pascabencana akan semakin terhambat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.