News
USK Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pascabanjir di Aceh Timur
01 Februari 2026 18:33
Universitas Syiah Kuala (USK) mengirimkan 50 mahasiswa lintas fakultas untuk terlibat langsung dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Desa Seuneubok Simpang, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur. Sebanyak 50 mahasiswa yang terlibat berasal dari lima fakultas, yakni FKIP, FISIP, FMIPA, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 peserta merupakan perempuan dan tiga laki-laki. Mereka didampingi tiga dosen pembimbing, yaitu Zumaidar, Laina Hilman Sari, dan Rizanna Rosemary.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam pemulihan pascabanjir, sekaligus mendorong pemberdayaan berbasis potensi lokal. Sejumlah kegiatan yang dijalankan meliputi pemanfaatan tanaman lokal serta inovasi digital untuk mendukung ketahanan pangan, kesehatan, dan lingkungan.
Tujuan dan Manfaat
- Memperkuat kapasitas masyarakat desa: Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam pemulihan pascabanjir.
- Pemberdayaan berbasis potensi lokal: Program ini mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
- Pemanfaatan tanaman lokal: Sejumlah kegiatan yang dijalankan meliputi pemanfaatan tanaman lokal.
- Inovasi digital: Program ini juga melibatkan inovasi digital untuk mendukung ketahanan pangan, kesehatan, dan lingkungan.
Zumaidar mengatakan kehadiran USK merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya diturunkan untuk membantu secara langsung, tetapi juga untuk mendampingi masyarakat agar lebih mandiri ke depan.
“Keterlibatan mahasiswa ini bukan hanya soal aksi di lapangan, tetapi juga pembelajaran sosial dan penguatan kapasitas masyarakat desa,” ujar Zumaidar di Banda Aceh, Ahad, 1 Februari 2026.
Ia menambahkan, program tersebut memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat desa, sekaligus menerapkan keilmuan sesuai bidang masing-masing.
Respons positif datang dari masyarakat Desa Seuneubok Simpang. Kepala Desa Seuneubok Simpang, Zulkilfli, bersama aparatur desa, Ketua PKK, dan Ketua Kelompok Tani menyambut baik kehadiran mahasiswa USK.
“Seuneubok Simpang merupakan desa terpencil. Kami dan masyarakat sangat senang dengan kehadiran mahasiswa untuk bekerja sama membangun desa kembali pascabanjir,” katanya.
