News
Rektor USK Komitmen Bantu Mahasiswa Miskin di Aceh Tetap Kuliah
3 hari yang lalu
Prof Mirza Tabrani resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk periode 2026-2031. Dalam pidato perdananya, ia menegaskan komitmen untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang terhenti kuliahnya karena keterbatasan ekonomi. Pernyataan ini menjadi sorotan utama, mengingat banyak mahasiswa USK berasal dari keluarga petani, nelayan, dan pekerja sektor informal yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan bencana.
USK bukan hanya institusi akademik, tetapi juga ruang solidaritas sosial bagi masyarakat Aceh. Dengan status sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH), USK diharapkan dapat memperkuat pelayanan pendidikan dan pengembangan riset tanpa menambah beban biaya bagi mahasiswa.
Komitmen Rektor Baru
- Tidak ada mahasiswa putus kuliah karena ekonomi: Rektor baru bertekad memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi semua, terutama mereka yang berasal dari keluarga sederhana.
- Penguatan sistem beasiswa dan bantuan darurat: USK akan merancang kebijakan biaya pendidikan dan skema bantuan yang lebih sistematis untuk menghadapi situasi darurat seperti bencana.
- Peningkatan riset dan kemandirian institusi: Agenda besar seperti peningkatan riset bereputasi dan pengembangan unit usaha seperti rumah sakit diharapkan dapat mendukung program bantuan mahasiswa.
Tantangan dan Harapan
- Dampak ekonomi dan bencana: Aceh sering terkena bencana yang memukul ekonomi masyarakat, sehingga kampus harus hadir sebagai ruang solidaritas sosial.
- Tata kelola yang baik: Transparansi pengelolaan keuangan dan akuntabilitas kebijakan menjadi fondasi utama untuk menjalankan peran USK sebagai kampus publik yang berpihak pada masyarakat.
- Kolaborasi antar akademisi: Rektor baru berkomitmen merangkul para calon rektor lainnya untuk menjaga iklim kampus yang sehat dan memastikan kesinambungan pembangunan institusi.
Keberhasilan kepemimpinan di USK tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah atau peringkat institusi, tetapi juga dari seberapa jauh kampus tetap terbuka bagi mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Jika komitmen ini benar-benar diwujudkan, kepemimpinan baru di USK akan menjaga pendidikan tetap menjadi jembatan harapan bagi masyarakat Aceh.
