News
SMA Aceh Peringkat 26 Nasional, Kualitas Pendidikan Masih Rendah
12 Februari 2026 14:24
SMA di Aceh memperoleh peringkat ke-26 dari 38 provinsi di Indonesia menurut Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA tahun 2025. Nilai rata-rata gabungan hanya 35,93, jauh di bawah provinsi rujukan seperti DI Yogyakarta yang mencatatkan skor 46,33. Kelemahan struktura terlihat di nilai Bahasa Inggris (22,74) dan Matematika (34,39), sementara Bahasa Indonesia relatif lebih baik (50,67).
Usman Lamreueng, akademisi Universitas Iskandar Muda (Unida), Banda Aceh, mengungkapkan bahwa peringkat ini menunjukkan masalah serius dalam kualitas pendidikan di Aceh. Data ini bukan sekadar statistik tahunan, melainkan potret kemampuan kognitif generasi muda Aceh dalam kompetensi dasar yang menentukan daya saing masa depan.
Kelemahan Struktura dalam Pendidikan
- Nilai Bahasa Inggris sangat rendah (22,74)
- Nilai Matematika 34,39
- Nilai Bahasa Indonesia relatif lebih baik (50,67)
- 2.988 peserta TKA dinyatakan belum tuntas
Dampak Jangka Panjang
- Risiko pengangguran terdidik dan underemployment
- Rendahnya mobilitas sosial
- Potensi memperlebar kesenjangan keterampilan (skills gap)
- Beban pembangunan ekonomi Aceh di masa depan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh
- IPM meningkat dari 73,29 (2020) menjadi 76,23 (2025)
- Semua kabupaten/kota berada pada kategori tinggi
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan bahwa pengendalian mutu pendidikan di Aceh tidak hanya peran Pemerintah, tetapi juga peran serta orang tua murid. Mutu pendidikan hanya dicapai melalui kesungguhan dan disiplin para guru dan manajemen sekolah.
