Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) memasang tiga unit alat air bersih siap minum di Desa Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak dalam upaya pemulihan bencana Sumatera 2026. Alat-alat tersebut dipasang di lokasi strategis seperti pengungsian, kantor desa, dan lingkungan SD Meriah Jaya untuk memastikan akses air minum aman bagi pengungsi, aparatur desa, dan anak-anak sekolah.
Ketua Program, Herri Darsan, menyatakan bahwa pemasangan langsung di lapangan merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat pasca bencana. Selain pemasangan, kegiatan ini juga melibatkan diskusi dan koordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan keberlanjutan penggunaan alat air bersih.
Detail Kegiatan
- Lokasi Pemasangan: Pengungsian, Kantor Desa Meriah Jaya, dan SD Meriah Jaya
- Tujuan: Menjamin ketersediaan air minum yang aman dan higienis bagi pengungsi dan masyarakat setempat
- Pelaksana: Dosen dan mahasiswa UTU
- Pendanaan: Program Mahasiswa Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Manfaat Jangka Panjang
- Kesehatan: Air bersih siap minum membantu pemulihan kesehatan pengungsi
- Pendidikan: Anak-anak sekolah dapat mengakses air minum yang aman
- Keberlanjutan: Diskusi dengan pemerintah desa untuk pengelolaan dan pemeliharaan alat
Rektor UTU, Prof Dr Ishak Hasan, mengapresiasi kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam program ini. "Kegiatan ini mencerminkan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujarnya. Ketua LPPM UTU, Yuliatul Muslimah, berharap program ini menjadi model pengabdian yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.