News
Pengungsi Pidie Jaya Targetkan Pindah ke Huntara Februari 2026
21 Januari 2026 17:52
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pengungsi banjir di Pidie Jaya untuk pindah ke hunian sementara (huntara) paling lambat 18 Februari 2026. Target ini ditegaskan oleh Kepala BNPB Suharyanto saat meninjau progres pembangunan huntara di kompleks perkantoran Bupati Pidie Jaya.
Saat ini, progres pembangunan huntara sebagian telah rampung, sedangkan sisanya masih terus dipacu. Area halaman huntara yang masih becek dan berair rencananya akan ditabur kerikil. Pada tahap pertama, lebih dari 700 kepala keluarga di Pidie Jaya akan menempati huntara tersebut.
Kebijakan Khusus untuk Pengungsi
- Pengantin baru akan mendapat satu kamar tersendiri.
- Bantuan dana diberikan bagi korban banjir yang memilih tidak tinggal di huntara.
Percepatan Pembangunan
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mendorong percepatan pekerjaan agar huntara selesai sebelum Bulan Suci Ramadhan 2026. Hal ini untuk memastikan kenyamanan warga beribadah bersama keluarga selama bulan puasa dan memudahkan pemerintah daerah dalam memantau korban banjir yang lokasinya tidak lagi terpencar.
Pendaftaran Penghuni
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah membagikan formulir pendaftaran kepada masyarakat yang ingin menempati huntara. Pengisian formulir dengan cepat diharapkan dapat memberikan data yang akurat mengenai jumlah calon penghuni.
Dampak Jangka Panjang
Pembangunan huntara diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi pengungsi banjir di Pidie Jaya. Selain itu, kebijakan khusus yang disiapkan juga bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga selama tinggal di huntara.
Nilai Edukasi
Proses pembangunan huntara dan kebijakan yang disiapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani pengungsi bencana. Selain itu, masyarakat dapat belajar tentang pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani bencana alam.
Dengan adanya huntara, diharapkan pengungsi banjir di Pidie Jaya dapat hidup lebih layak dan nyaman sementara menunggu pemulihan kondisi tempat tinggal mereka yang terdampak bencana.
