News
510 Mahasiswa STIS Datangi Aceh Tamiang untuk Pendataan Korban Bencana
20 Januari 2026 16:11
Badan Pusat Statistik (BPS) mengerahkan 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. Pendataan ini merupakan bagian dari tugas BPS dalam Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa mahasiswa STIS didampingi oleh sivitas akademika dan 50 pegawai BPS pusat. Pendataan dilakukan langsung ke pengungsian dan desa-desa terdampak, mencakup kondisi rumah dan keluarga.
Proses Pendataan
- 510 mahasiswa STIS dikirim ke lapangan untuk mendata kondisi rumah dan keluarga terdampak.
- Pendataan menyesuaikan dengan jumlah kartu keluarga untuk memastikan keakuratan data kependudukan.
- 104.000 keluarga telah divalidasi, dengan kerusakan rumah berkisar dari ringan hingga berat.
Validasi Data
- BPS melakukan respons cepat data dengan memvalidasi usulan data dari pemerintah daerah.
- Validasi mencakup keabsahan Nomor Induk Kependudukan, kartu keluarga, dan domisili keluarga sebelum bencana.
- Hasil validasi dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri.
Basis Data Tunggal
- Seluruh proses validasi menggunakan basis data tunggal sosial ekonomi Indonesia.
- Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan dan program rehabilitasi dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Pendataan ini diharapkan dapat membantu pemulihan pasca-bencana di Aceh Tamiang dengan lebih efektif dan efisien.
Dampak Jangka Panjang
- Data yang akurat akan memastikan bantuan tepat sasaran dan pemulihan yang lebih cepat.
- Pendataan ini juga akan membantu dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di masa depan.
Dengan adanya pendataan ini, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat segera pulih dari dampak bencana dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Nilai Edukasi
- Proses pendataan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya data akurat dalam penanganan bencana.
- Masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam pendataan untuk memastikan keakuratan data.
Dengan demikian, pendataan ini tidak hanya membantu dalam penanganan bencana saat ini, tetapi juga dalam perencanaan jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
