News
Bumdesa Paloh Kayee Kunyet Tanam Cabai Keriting Dukung Ketahanan Pangan
03 Februari 2026 19:06
Bumdesa Paloh Kayee Kunyet, Kecamatan Gandapura, Bireuen, mengembangkan program ketahanan pangan melalui penanaman cabai keriting. Program ini menggunakan 20% Dana Desa 2025 sebesar Rp 124 juta dari total Rp 600 juta. Cabai keriting ditanam di lahan seluas 0,1 hektar dengan lebih dari 6.000 batang bibit.
Ketua Bumdesa Hidup Tani Muhammad mengatakan, program ini merupakan implementasi kewajiban alokasi Dana Desa untuk ketahanan pangan. Berbeda dengan desa lain di Gandapura yang memilih sektor peternakan, Bumdesa Hidup Tani memfokuskan diri pada pertanian dengan cabai keriting sebagai komoditas unggulan.
Detail Program
- Lahan dan Bibit: Cabai keriting ditanam di lahan seluas 0,1 hektar dengan lebih dari 6.000 batang bibit.
- Dana Desa: Program menggunakan 20% Dana Desa 2025 sebesar Rp 124 juta dari total Rp 600 juta.
- Proses Pengerjaan: Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara terencana, mulai dari pembersihan lahan, pembibitan, hingga perawatan intensif.
- Perkembangan Tanaman: Tanaman cabai menunjukkan perkembangan positif dan telah memasuki fase pertumbuhan ranting.
- Masa Panen: Masa panen diperkirakan dimulai 120 hari setelah pembibitan, dengan usia produktif tanaman dapat bertahan hingga enam bulan atau lebih.
- Kualitas Perawatan: Keberhasilan panen bergantung pada kualitas perawatan, meliputi ketersediaan air, pencegahan penyakit, hingga pemenuhan nutrisi melalui pemupukan yang tepat.
Pihak Bumdesa menyatakan komitmennya untuk menjalankan seluruh tahapan dengan baik agar mencapai hasil yang memuaskan.
