Kembaliekonomi

: Buruh Huntara Aceh Utara Masih Menunggu Pembayaran Upah Rp115,5 Juta

Penulis

serambinews.com

Tanggal

11 Mei 2026

: Buruh Huntara Aceh Utara Masih Menunggu Pembayaran Upah Rp115,5 Juta

Lebih dari 57 buruh pembangun hunian sementara (huntara) untuk penyintas banjir di Kecamatan Lapang dan Seunuddon, Aceh Utara, melaporkan bahwa mereka belum menerima upah sejak proyek selesai pertengahan Maret 2026. Total tunggakan upah mencapai sekitar Rp115,5 juta.

Para pekerja, seperti Muslem dari Aceh Timur yang menunggu Rp38 juta dan Faisal dari Lhokseumawe yang menunggu Rp35 juta, menyatakan janji pembayaran setelah konstruksi rampur terus ditunda dengan alasan pembayaran dari pemerintah belum cair. Keadaan ini menimbulkan beban ekonomi bagi keluarga mereka yang juga mengandalkan huntara sebagai tempat tinggal pasca bencana.

Konsekuensi bagi Pekerja dan Keluarga

  • 57 buruh dari berbagai desa di Kecamatan Lapang dan Seunuddon belum membayar gaji sejak Maret 2026.
  • Jumlah tunggakan mencapai Rp115,5 juta, terdiri dari Rp38 juta (Muslem), Rp35 juta (Faisal), Rp30 juta (M Nasir), Rp10 juta (Hanafi), dan Rp2,5 juta (Jamal).
  • Satu kopel huntara berisi 5 kamar, biaya awal konstruksi Rp15 juta per kopel lalu turun menjadi Rp13 juta.
  • Pekerja mengaku janji pembayaran setelah selesai terus dijanjikan "pekan depan" tanpa realisasi.
  • Haji Uma (Sudirman) telah menghubungi Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dan Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh untuk meminta pembayaran serta pengawasan ketat.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.