Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik Picu UMKM Tempe Aceh Timur Tertekan

4 jam yang lalu

Kenaikan harga bahan baku akibat konflik Timur Tengah mulai dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur. Salah satu usaha yang terdampak adalah Tempe Mawar Indah, yang mengeluhkan kenaikan harga plastik kemasan dan kedelai. Kenaikan ini memaksa penyesuaian strategi produksi untuk bertahan.

Pemilik usaha Tempe Mawar Indah, Fadil, menjelaskan bahwa harga plastik kemasan naik signifikan dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp59.000 per kilogram, atau hampir 50 persen. Selain itu, harga kedelai juga naik dari Rp500.000 per karung menjadi Rp550.000 per karung. Meskipun demikian, Fadil belum berani menaikkan harga jual tempe kepada konsumen.

Dampak Kenaikan Harga

  • Harga plastik kemasan naik hampir 50%, dari Rp40.000 menjadi Rp59.000 per kilogram.
  • Harga kedelai naik Rp50.000 per karung, dari Rp500.000 menjadi Rp550.000.
  • Pemilik usaha memilih memperkecil ukuran tempe untuk bertahan, meskipun berisiko kehilangan konsumen.

Strategi Bertahan

  • Fadil berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku.
  • Jika harga plastik dan kedelai kembali normal, Tempe Mawar Indah tidak akan memperkecil ukuran produknya.

Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas harga bahan baku bagi kelangsungan usaha kecil di Aceh Timur.

Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik Picu UMKM Tempe Aceh Timur Tertekan