News
Mendagri Tinjau Huntara untuk Korban Banjir di Aceh Utara, Bantuan Rp 60 Juta untuk Rumah Rusak Berat
23 Januari 2026 18:22
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung pembangunan hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Kamis (22/1/2026). Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan Huntara dapat segera menampung korban banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025. Saat ini, korban banjir masih tinggal di tenda pengungsian dan pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk makanan tiga kali sehari.
Mendagri Tito juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat untuk mempercepat penyaluran bantuan. Pemerintah akan memberikan bantuan hingga Rp 60 juta untuk rumah rusak berat, Rp 30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp 15 juta untuk rumah rusak ringan. Selain itu, warga yang perabotan rumahnya rusak akan mendapatkan Rp 3 juta, dan yang ekonominya terganggu akan menerima Rp 5 juta. Data ini akan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan bantuan diberikan kepada yang berhak.
Pembangunan Huntara dan Huntap
- Huntara diharapkan dapat segera menampung pengungsi yang saat ini masih tinggal di tenda.
- Pemerintah juga akan membangun hunian tetap (Huntap) bagi korban yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang tergerus air.
- Bantuan untuk Huntap bersumber dari berbagai institusi, termasuk BNPB dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Pendataan dan Validasi
- Mendagri meminta pemerintah daerah, kecamatan, dan gampong untuk segera menyerahkan data warga yang memerlukan bantuan.
- Data akan divalidasi oleh BPS untuk memastikan bantuan diberikan kepada yang berhak.
- Proses pendataan dan validasi ini bertujuan untuk mempercepat penyaluran bantuan dan memastikan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Komitmen Pemerintah
- Mendagri Tito menekankan bahwa pemerintah akan bekerja keras untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.
- Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu warga untuk segera kembali ke kehidupan normal dan membangun kembali rumah dan kehidupan mereka.
- Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua kebutuhan dasar warga terpenuhi selama mereka tinggal di Huntara.
