Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

DPRK Aceh Tamiang Beroperasi dari Reruntuhan, 95% Lantai 1 Rusak

10 Februari 2026 13:29

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang masih dalam kondisi rusak parah dua bulan pasca banjir besar. Aktivitas legislatif terpaksa dijalankan dengan sistem perbaikan darurat secara kanibal, memanfaatkan material sisa dari bagian gedung lain yang hancur.

Kerusakan terberat terjadi di lantai satu gedung yang diperkirakan mencapai 95 persen. Seluruh perlengkapan kerja seperti meja, kursi, dan peralatan kantor habis terendam. Sekat ruangan dari kalsibot juga runtuh dan tidak bisa dipakai kembali. Sementara di lantai dua, kerusakan bangunan sekitar 25 persen, namun kerusakan barang mencapai 75 persen. Area luar gedung turut terdampak dengan sekitar 60 persen pekarangan, akses jalan, dan trotoar hancur.

Dampak Banjir pada Gedung DPRK

  • 95% lantai 1 rusak: Seluruh perlengkapan kerja terendam dan sekat ruangan runtuh.
  • 25% bangunan lantai 2 rusak: Kerusakan barang mencapai 75%.
  • 60% area luar rusak: Pekarangan, akses jalan, dan trotoar hancur.
  • Aktivitas dipusatkan di ruang kecil: Sekretariat dan kegiatan resmi dewan sementara dialihkan ke ruang panitia anggaran dan beberapa ruang pimpinan.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Syaiful Bahri menjelaskan pola kanibalisme ini terpaksa dilakukan karena anggaran perbaikan dari pemerintah belum turun. Perbaikan dilakukan dengan memanfaatkan kembali material seperti pintu besi dan rangka baja yang masih tersisa. Meski bekerja di tengah keterbatasan dan gedung yang rusak berat, Syaiful Bahri memastikan seluruh agenda dan fungsi legislatif DPRK Aceh Tamiang tetap berjalan normal.

DPRK Aceh Tamiang Beroperasi dari Reruntuhan, 95% Lantai 1 Rusak
0123456789