News
Dua Sekolah di Pidie Jaya Masih Terkubur Lumpur Banjir, Belajar di Tenda Darurat
25 Januari 2026 23:55
Banjir bandang yang melanda Pidie Jaya meninggalkan dampak yang masih terasa hingga kini. Dua sekolah, SMP Negeri 1 Meurah Dua dan SMA Negeri 2 Meureudue di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, masih tertimbun lumpur yang mengeras. Ketinggian lumpur di beberapa bagian bahkan melewati jendela ruang belajar dan hampir menyentuh atap, membuat seluruh ruang kelas, perpustakaan, dan musala tertimbun.
Kegiatan belajar mengajar kini dilakukan di tenda darurat yang dipasang di halaman sekolah. Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala, seperti suhu panas yang membuat belajar tidak nyaman dan akses jalan yang rusak, terutama di Gampong Blang Awe. Selain itu, banyak siswa kehilangan seragam sekolah akibat tersapu banjir bandang.
Dampak Banjir pada Sekolah
- 146 unit sekolah di Pidie Jaya rusak akibat banjir bandang, termasuk 25 TK/PAUD, 61 SD, 20 SMP, 8 SMA, 1 SMK, 2 RA, 16 MI, 9 MTs, dan 3 MA.
- SMP Negeri 1 Meurah Dua memiliki 87 siswa dengan 13 guru PNS/PPPK dan sisanya guru bakti.
- Kehadiran siswa baru mencapai 80 persen akibat kendala akses dan kehilangan seragam.
Upaya Penanganan
- Sekolah berencana memasang kipas angin untuk mengatasi suhu panas di tenda darurat.
- Kegiatan belajar mengajar sempat dipindahkan ke SD Negeri 1 Meurah Dua sebelum akhirnya kembali ke lokasi sekolah dengan menggunakan tenda darurat.
Dampak banjir bandang ini tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari siswa dan guru di Pidie Jaya. Upaya pemulihan masih terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi sekolah seperti semula dan memastikan kelancaran proses pendidikan di daerah tersebut.
Kondisi Siswa dan Guru
- Banyak siswa yang menjadi korban banjir kesulitan mengakses sekolah karena kondisi jalan yang masih rusak.
- Hilangnya seragam sekolah akibat tersapu banjir bandang menambah kesulitan bagi siswa untuk kembali bersekolah.
Dengan berbagai kendala yang dihadapi, sekolah dan pihak terkait terus berupaya untuk memulihkan kondisi dan memastikan bahwa proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan nyaman bagi siswa dan guru.
