Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Harga Sembako Naik Jelang Ramadan di Aceh Tamiang, Daya Beli Masyarakat Belum Pulih Pascabanjir

17 Februari 2026 19:04

Pasar Pagi Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, mulai dipadati pembeli menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Namun, suasana tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tiga bulan setelah banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada 26 November 2025, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik, mengikuti pola tahunan menjelang bulan suci. Kenaikan terjadi pada berbagai komoditas, terutama cabai dan tomat.

Kenaikan Harga Sembako

  • Cabai merah: Rp38.000 per kilogram
  • Cabai rawit: Rp35.000 per kilogram
  • Cabai hijau: Rp28.000 per kilogram
  • Tomat: Naik dua kali lipat menjadi Rp20.000 per kilogram
  • Beras premium: Naik dari Rp220.000 menjadi Rp228.000 per karung
  • Telur ayam: Naik dari Rp48.000 menjadi Rp52.000 per papan

Dampak Pascabanjir

Banjir bandang akhir November lalu merendam ribuan rumah dan memaksa banyak keluarga mengungsi. Dampaknya masih terasa pada perputaran ekonomi lokal, termasuk di pasar tradisional yang menjadi nadi perdagangan masyarakat. Meski kenaikan harga menjelang Ramadan dianggap sebagai siklus tahunan, kondisi pasar tahun ini tidak seramai periode yang sama tahun lalu.

Harapan Pedagang

Sebagian komoditas memang naik, namun ada pula yang tetap stabil. Pedagang berharap kondisi ekonomi segera membaik agar daya beli masyarakat kembali stabil. Jika daya beli bagus, ekonomi pasar juga ikut meningkat.

Menjelang Ramadan, pasar tetap bergerak. Namun di Aceh Tamiang, pergerakan itu berjalan di tengah proses pemulihan panjang setelah bencana, antara tradisi tahunan dan realitas ekonomi yang belum sepenuhnya bangkit.

Harga Sembako Naik Jelang Ramadan di Aceh Tamiang, Daya Beli Masyarakat Belum Pulih Pascabanjir
0123456789