News
Jembatan Lae Sipola Rusak 10 Tahun, Akses Sekolah Anak Terhambat
04 Februari 2026 17:14
Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil pada 31 Desember 2015 telah meninggalkan kesengsaraan bagi warga Desa Lae Sipola. Jembatan yang hancur akibat banjir tersebut belum diperbaiki hingga saat ini, yang menyebabkan warga kesulitan akses ke luar kampung dan anak-anak terhambat untuk bersekolah.
Jembatan tersebut merupakan akses utama warga Lae Sipola menuju Kota Subulussalam. Walaupun masuk dalam Kecamatan Singkohor, akses ke Subulussalam lebih dekat untuk memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu, akses dari Lae Sipola menuju ibu kota Kecamatan Singkohor juga sulit dilintasi karena jalan hancur.
Dampak Isolasi
- Warga terisolasi: Kondisi jembatan yang rusak membuat warga kesulitan keluar masuk kampung, terutama ketika air sungai naik.
- Anak-anak tak bisa sekolah: Anak-anak Lae Sipola harus pergi ke Subulussalam untuk melanjutkan pendidikan setingkat SMP ke atas, karena di Lae Sipola hanya ada sekolah dasar.
- Kesulitan akses: Warga sering terjebak tak bisa keluar dan masuk kampung ketika air sungai besar.
- Harapan warga: Warga Lae Sipola berharap jembatan dapat segera dibangun untuk mengakhiri isolasi mereka.
