News
Jembatan Putus di Pante Kera, Warga Aceh Timur Terisolasi Pasca Banjir
14 jam yang lalu
Jembatan penghubung antar dusun di Desa Pante Kera, Aceh Timur, putus akibat banjir pada akhir 2025. Jembatan sepanjang 120 meter yang dibangun dengan dana desa sejak 2017 tersebut menjadi akses vital bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Pasca banjir, warga terpaksa menggunakan rakit atau getek yang disediakan BNPB untuk melintasi Sungai Lokop. Namun, alat tersebut tidak dapat digunakan saat arus sungai deras, sehingga aktivitas warga terbatas. Hasil panen dalam jumlah besar juga tidak bisa dikeluarkan karena keterbatasan kapasitas rakit dan getek.
Dampak Terhadap Warga
- Warga harus melihat kondisi arus sungai terlebih dahulu sebelum melintas.
- Waktu tempuh untuk mencapai pusat desa meningkat menjadi 5 hingga 10 menit.
- Aktivitas sehari-hari dan pengangkutan hasil panen terhambat.
Harapan Pemerintah Desa
Kepala Desa Pante Kera, Sabilah, berharap pemerintah dapat segera membangun jembatan Bailey untuk mengembalikan akses penghubung di desa tersebut. Jembatan Bailey dianggap sebagai solusi sementara yang dapat mengatasi isolasi yang dialami warga.
