Junaidi (51), petani nilam di Simpang Jernih, Aceh Timur, kini bekerja sebagai buruh angkut setelah banjir bandang menghancurkan lahan dan usahanya. Ia kehilangan mesin penyulingan minyak nilam dan lahan pertanian, memaksanya mencari pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup.
Banjir bandang pada akhir November 2025 mengubah kehidupan Junaidi. Rumahnya hancur, mesin katelnya rusak, dan lahan nilamnya terkubur lumpur. Kini, ia mengangkut material bangunan dengan becak motor untuk mendapatkan upah Rp20.000 per rit.
Dampak Banjir Bandang
- Lahan nilam seluas 4.000 meter persegi terkubur lumpur dan material kayu.
- Mesin penyulingan minyak nilam senilai Rp20 juta rusak.
- Rumah hancur, memaksa Junaidi mencari pekerjaan serabutan.
Kehidupan Setelah Banjir
- Upah sehari Rp60.000 dari mengangkut material bangunan.
- Mencari ikan dan sayuran liar untuk memenuhi kebutuhan makan.
- Bantuan pemerintah berupa beras dan minyak dirasa belum cukup.
Harapan Junaidi
- Pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana.
- Akses pasar yang adil untuk petani nilam, tanpa permainan harga oleh tengkulak.
- Pemerintah hadir untuk membantu petani membangun kembali penghidupan mereka.
Junaidi tetap berusaha untuk membuka kembali kebun nilamnya, meskipun memerlukan waktu dan usaha yang lama.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaBanjir Bireuen Hancurkan Usaha Batu Merah Jalaluddin, Warga Berjuang Bangkit
Salah satu korban, Jalaluddin, bersama istrinya Ainsyah, warga Blang Panjoe, harus menerima kenyataan pahit. Rumah mereka rusak
Kebakaran Landa Komplek Mapolsek Pandrah, Bhayangkari dan Mess Polisi Hangus
Kebakaran melanda kompleks Mapolsek Pandrah, Bireuen, Selasa (21/4/2026) pagi dan menghanguskan tiga bangunan semipermanen.
Dapur MBG Simpang Mamplam Ditutup Usai Keracunan 123 Siswa Aceh
BIREUEN — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Meunasah Mamplam, Kecamatan Simpang...
LSM LIRA Desak Polda Aceh Usut Spanduk Provokatif Serang Bupati Aceh Tenggara
KBA.ONE, ACEH TENGGARA - Bupati LSM LIRA Indonesia, Fahriansyah mendesak Polda Aceh tangkap pelaku pemasangan spanduk provokatif terhadap ketua DPD I Golkar Aceh H.M.Salim Fahkry yang sempat


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.